Pemberdayaan Terintegrasi Melalui Peternakan dan Pertanian

MADIUN – Berawal dari keresahan melihat hasil jual para petani yang rendah, Rumah Zakat menginisiasi pemberdayaan terintegrasi melalui peternakan dan pertanian. Lokasi pemberdayaan tersebut tepatnya berada di Desa Berdaya Jetis, Madiun, Jawa Timur.

“Para petani di sini kebanyakan masih menjadi buruh tani. Mereka menggarap sawah orang lain, kalaupun menanam sendiri, tanahnya menyewa ke orang lain,” tutur Eka Restia, Fasilitator Desa Berdaya Jetis, Jumat (29/3).

Menurut Eka, penghasilan yang diterima para petani tersebut tidak lebih dari Rp1,5juta per empat bulan sekali atau pada saat masa panen. Melihat permasalahan tersebut, Rumah Zakat memberikan alternatif sumber penghasilan lain tanpa meninggalkan profesinya sebagai petani.

Saat ini, sudah terdapat sembilan petani yang mendapatkan bantuan dari Rumah Zakat, masing-masing mendapatkan dua ekor domba betina. Selain mendapatkan domba, mereka juga diberikan pembinaan dan pendampingan dari Fasilitator Rumah Zakat.

“Setiap hari sebelum berangkat ke sawah, sekarang para petani membawa dombanya untuk diberikan pakan di sekitar sawah yang mereka garap. Dengan demikian, mereka tidak terbebani dengan biaya pakan, justru sebaliknya, mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” jelas Eka. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here