UmumPemkot Kaji Permintaan Warga Sunan Kuning Terkait Bisnis Karaoke

Pemkot Kaji Permintaan Warga Sunan Kuning Terkait Bisnis Karaoke

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang masih perlu melakukan kajian mendalam terkait permintaan warga yang ingin tetap diperbolehkan membuka usaha karaoke.

Perwakilan Dinsos Kota Semarang, Anggie Adhitia mengatakan, Pemkot Semarang akan membentuk tim dan mengumpulkan stakeholder terkait, mulai dari unsur pemerintah, pengusaha dan warga untuk membicarakan hal tersebut.

“Di sini memang banyak pengusaha karaoke. Tapi tidak bisa dipungkiri belum berizin. Tentu saja izinnya melalui Dinas Pariwisata. Oleh karena itu, tim yang dibentuk nanti juga berasal dari Dinas Pariwisata,” katanya, Jumat (5/7/19).

Dikatakan, Pemkot tidak bisa serta-merta menutup Sunan Kuning. Pemkot bertekad memikirkan langkah-langkah agar penghuni yang ada di sana dapat kembali ke masyarakat secara baik.

“Pak Wali Kota sudah berpesan kepada kami untuk memperhatikan kondisi sosial di sana. Istilahnya nguwongke uwong (memanusiakan manusia),” katanya.

Perwakilan dari Lentera Asa, Ari Istiadi mengatakan, pendataan yang valid dari Pemkot juga diminta untuk segera selesai. Data penghuni Sunan Kuning dinilai masih kurang sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah saat ini.

Dia mengatakan, tidak semua yang berada di Sunan Kuning adalah para pekerja seks, melainkan murni sebagai pemandu lagu/karaoke. Dalam hitungan kasar Ari, pekerja seks yang ada di Sunan Kuning jumlahnya bernagsur-angsur menurun. Oleh karena itu, penutupan Sunan Kuning secara keseluruhan masih perlu kajian mendalam.

Sementara itu, Ketua Resos Argorejo, Suwandi menyebutkan penutupan lokalisasi hendaknya melihat kondisi yang saat ini ada di lokasi. Jika dulunya lokalisai dibentuk agar para pekerja seks tidak mangkal di jalan protokol, maka penutupan harus memperhatikan dampaknya. Suwandi khawatir jika Sunan Kuning ditutup secara total, maka masalah awal akan terulang lagi.

“Dengan adanya penutupan, kami harapkan dampaknya bisa menjadi lebih baik bagi warga, bukan malah membuat masalah lama terulang,” tandasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

BlibliMart GoLocal Joglosemar Penuhi Kebutuhan Belanja Ramadan Jateng Dan DIY

JAKARTA – BlibliMart, kategori groceries di e-commerce lokal terdepan Blibli, memperkuat dukungannya terhadap pasar ritel Jawa Tengah di Ramadan dan Idul Fitri...

Ramadan Kareem ala Patra Semarang

SEMARANG -  Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh umat muslim, salah satu momen yang paling dinanti setelah seharian...

JNE Berikan Promo Berlimpah di Bulan Ramadhan 2021

SEMARANG – Bulan Ramadhan telah tiba, seluruh masyarakat menyambut antusias dengan tradisi untuk saling berbagi kepada keluarga dan kerabat....

3Second Buka Gerai Baru di Kota Semarang dengan Konsep Family Store

SEMARANG - 3Second kembali melebarkan sayap dengan membuka Store terbarunya berkonsep Family Store di Kota Semarang, Jawa Tengah. 3Second Family Store yang berada di...
- Advertisement -spot_imgspot_img

LG Borong 31 Red Dot Award

JAKARTA- Tak hanya dari inovasi, kepiawaian LG dalam meramu produk elektroniknya juga menyentuh hingga penciptaan desain yang mengesankan. Sebagai...

CIMB Niaga Perkuat Kapabilitas OCTO Mobile Jadi Super App

JAKARTA- Seiring meningkatnya aspirasi nasabah terhadap layanan finansial berbasis digital, perbankan terus berinovasi meningkatkan kapabilitas platform digitalnya, sehingga dapat...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda