UmumPemprov Jateng Dorong Pemanfaatan PLTS Atap

Pemprov Jateng Dorong Pemanfaatan PLTS Atap

-

- Advertisment -spot_img

Istimewa.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ramah lingkungan di daerah.

Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) merupakan salah satu wujud konkret pemanfaatan EBT yang sudah dibuktikan mampu mencapai efisiensi biaya sebesar 31%.

“Bapak Gubernur sudah memerintahkan dilakukan percepatan pemanfaatan EBT, maka PLTS atap menjadi prioritas. Sudah dipasang di Dinas ESDM, Bappeda, dan Setwan. Kita ingin mendorong mulai dari unsur pemerintah, dunia swasta seperti hotel dan pabrik bisa menggunakan energi surya karena kita akan bisa sangat hemat dalam hal penggunaan energi listrik. Dari sisi rupiah saja efisiensinya mencapai 31%, belum lagi ketika kita bicara tentang manfaat makronya,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko, Selasa (28/5/19).

Sujarwanto menjelaskan, untuk pemasangan PLTS atap diperlukan penggantian meteran kilowatt yang menunjukkan ekspor-impor listrik dari pelanggan ke PLN serta sebaliknya.  Untuk meteran kilowatt tersebut, PLN siap mendukung.

“Pemanfaatan PLTS ini memang perlu penggantian dari meteran yang semula meter untuk mengukur berapa yang masuk dari PLN ke rumah atau kantor. Tetapi kali ini, meteran yang diperlukan untuk mengukur berapa yang masuk dan berapa yang kita kirim ke PLN, termasuk faktor pengurang di listriknya,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng segera melakukan pemasangan PLTS atap tersebut. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target proporsi EBT yang sudah ditetapkan.

Sebagai informasi, target proporsi EBT secara nasional pada tahun 2025 sebesar 23 persen dan pada tahun 2050 sebesar 31 persen. Sedangkan di Jateng, target proporsi EBT pada tahun 2025 sebesar 21,4 persen dan pada tahun 2050 sebesar 28,8 persen.

“Sesegera mungkin SKPD di Jateng menerapkan ini di perubahan anggaran atau murni 2020 akan mulai pasang. Di tingkat rumah tangga juga ada yang sudah ingin dipasang, memang lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Senada dengan Sujarwanto, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono mendorong SKPD di lingkungan Pemprov Jateng agar segera memanfaatkan PLTS atap di kantor masing-masing karena terbukti mampu menghasilkan efisiensi biaya dan lebih ramah lingkungan.

“Pada tahun 2020, upayakan untuk bisa membangun pembangkit listrik tenaga surya atap 30-35 kWp. Saya yakim Jawa Tengah bisa menjadi contoh pemanfaatan EBT,” tandasnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Penerimaan Pajak Jateng I Capai Rp 24 Triliun hingga November 2021

SEMARANG - Kinerja penerimaan Pajak Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I hingga tanggal 30 November 2021 tercatat adanya pertumbuhan...

Erick Thohir Tunjuk Darmawan Prasodjo Jadi Direktur Utama PLN

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021 memutuskan mengangkat dan menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama...

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau Kesiapan Sarfas Pertamina

SEMARANG - Guna memastikan seluruh kegiatan operasi dan layanan kepada masyarakat berjalan dengan lancar di tengah kondisi pandemi, Komisaris...

PLN Berikan Gerobak Motor Listrik Kepada UKM, Tingkatkan Produktivitas

SEMARANG – PLN memberikan bantuan gerobak motor listrik kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Jawa Tengah...
- Advertisement -spot_imgspot_img

SWI Minta Masyarakat Waspadai Penawaran Aset Kripto

JAKARTA - Satgas Waspada Investasi (SWI) meminta masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi aset kripto yang saat ini marak agar...

PGN Siap Kembangkan Pasar Gas Bumi Jawa Tengah

JAKARTA - Dalam rangka mewujudkan penyediaan gas bumi untuk Jawa Tengah, PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda