Pengembang Optimis Penjualan Properti di Jateng Membaik

Proses pembangunan apartemen cordova di Cordova Edupartment di Jalan Ngesrep Timur V Dalam, Sumurboto, Banyumanik, Semarang.

SEMARANG- Melemahnya nilai tukar rupiah tidak menyurutkan pengembang properti tetap melakukan ekspansi di Kota Semarang. Pasalnya, pengembang optimis kondisi perekonomian akan membaik. Selain itu tingginya daya beli masyarakat terhadap produk properti khususnya apartemen di ibu kota Jateng juga menjadi penyemangat.

”Kami tetap optimistis banyak potensi konsumen di Kota Semarang maupun di Jateng ini. Kuncinya adalah mampu memberikan produk yang menarik dan berbeda dengan pemain lain,” kata Dian Takdir, Project Director dari PT Cipta Pilar Persada (Pilar Properti) pengembang Cordova Edupartment di Jalan Ngesrep Timur V Dalam, Sumurboto, Banyumanik, Semarang dalam temu media, kemarin.

Melemahnya rupiah, kata dia memang berpengaruh pada naiknya harga-harga bahan baku impor, seperti besi. Namun sampai saat kata dia, kenaikan masih dalam batas wajar.

”Kalaupun ada kenaikan harga lebih dikarenakan memang nilai tanah di apartemen di sini yang sudah naik mengikuti pergerakan harga umumnya,” jelasnya.

Ditambahkan, merosotnya nilai tukar rupiah belum berdampak signifikan terhadap sektor konstruksi, terutama pada pekerjaan-pekerjaan dengan material lokal.

Sementara itu, terkait pembangunan Cordova Edupartment, kata dia merupakan hunian yang menyasar kaum milenial di Kota Semarang yang nyaman dan eksklusif. Terlebih lokasinya tak jauh dari kampus Undip, apartemen ini dibangun dengan konsep edukatif dan bangunan tidak dijadikan satu dengan mall.

Dilanjutkan, apartment yang akan dibangun di lahan seluas 4.696 meter persegi ini merupakan yang pertama di Indonesia dengan mengusung konsep edukasi. Selain itu, Cordova Edupartment ini juga tidak hanya menciptakan lingkungan yang nyaman dan eksklusif tetapi juga menghadirkan hunian lengkap dengan beragam fasilitas seperti amphitheater yang pertama dan satu satunya di Semarang, wall climbing, skate park, perpustakaan digital, taman baca, swimming pool, gym, minimarket, restoran, cafe, laundry, startup office space, ATM centre, jaringan internet, dan keamanan dengan sistem access card.
Apartment yang dibangun dalam satu tower dan 19 lantai ini jumlah hunian yang dibangun ada 655 unit.

“Masing masing terdiri dari empat tipe. Tipe studio yang luasnya 25,05 meter per segi, tipe 2 BR-C luasnya 38,77 meter per segi, tipe 2/3 BR luasnya 50,10 meter per segi dan tipe 3 BR seluas 77,72 meter per segi,” imbuh Bayu Wijaya, marcomm cordova. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here