PeristiwaIndustri Properti Khawatirkan Pelemahan Rupiah

Industri Properti Khawatirkan Pelemahan Rupiah

-

- Advertisment -spot_img

Miniatur properti salah satu pengembang yang ikut dalam kegiatan Properti Expo Semarang keenam yang digelar mulai 15 hingga 26 Agustus 2018 di Paragon Mall Semarang.

SEMARANG- Industri properti di Tanah Air mulai khawatir atas gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berlangsung lama, dikhawatirkan banyak pengembang properti yang kolaps.

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus menguat. Hingga kini, rupiah berada di kisaran Rp 14.615 per dolar AS. Jumlah tersebut merupakan level tertinggi sejak tiga tahun terakhir.

Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD REI Jateng, Dibya K Hidayat mengatakan, mulai waspada dengan kenaikan dolar karena akan berpengaruh besar pada properti terlebih pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang akan ikut naik.

“Yang paling perlu diwaspadai melemahnya nilai rupiah. Rupiah yang tidak stabil akan berdampak pada BI Rate yang beranjak naik, sehingga berimbas ke KPR. Ini tidak mendukung penjualan perumahan,” kata Dibya, Rabu (15/8).

Dibya mengatakan, kanaikan dolar juga memberi pengaruh besar terhadap naiknya bahan bangunan terutama bahan yang impor seperti besi.

Ia melanjutkan, saat ini penjualan properti juga mulai lesu karena suhu politik di Indonesia mulai memanas menjelang pemilihan legislatif serta Pilpres 2019.

“Cuaca properti memang sedang tidak bagus. Namun ini kelihatannya di semua sektor bisnis dan sektor jenis usaha. Apalagi menyangkut sedikit perekonomian kita terpegaruh suhu politik,” jelasnya.

Dijelaskan, kondisi saat ini hampir sama dengan tahun 2014 yang sama-sama masuk di tahun politik, yang berakibat pada penjualan properti yang turun drastis.

“Tahun 2014 sama terjadi penurunan. Tapi kita naik lagi (penjualan properti) tahun 2015,” ujarnya.

Ia pun berharap agar kondisi politik bisa kondusif agar kejadian 2014 tersebut tidak terulang kembali. “Kami dari sektor pegusaha mengharapkan jangan terjadi, (seperti tahun 2014 lalu,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

DPD MKGR Jawa Tengah Dukung Airlangga Hartarto Jadi Presiden

SEMARANG - Pelantikan Pengurus DPD Ormas MKGR Jawa Tengah digelar di Ballroom Hotel Santika Kota Semarang, Sabtu (27/11/2021). Sebelumnya, Musda...

SGM Eksplor Apresiasi Guru Bersama Alfamart

JAKARTA - Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria...

Ada Pameran SAUTO Expo di Mal Ciputra Semarang, Deretan Mobil Baru Turut Dihadirkan

SEMARANG - Deretan mobil terbaru bakal dipamerkan dalam SAUTO Expo di atrium Mal Ciputra Semarang pada 26 November hingga...

200 Pedagang Pasar Kaliwungu Kendal Gunakan Transaksi Digital QRIS

KENDAL - Sebanyak 200 pedangang di Pasar Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah sudah menggunakan transaksi digital dengan Quick Response...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Jangkau Publik Lebih Besar Mengenal Solusi HVAC, LG Perkenalkan Showroom Virtual

JAKARTA— Memanfaatkan terapan teknologi digital, LG Electronics (LG) memperkenalkan sebuah ruang pamer online yang dibuat khusus bagi produk solusi...

PLN UP3 Purwokerto Sinergi Terangi Negeri

PURWOKERTO - PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto, melaksanakan Multi Stakeholder Forum (MSF) Tahun 2021 Kamis...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda