Setiap Tahun 238 Desa Wisata Terbentuk di Jateng 

SEMARANG- Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah mencatat saat ini desa wisata yang terbentuk di Jateng berada di angka 238 atau tumbuh sebesar 20% per tahun.

“Sekarang desa wisata berkembang di angka 238. Dalam satu tahun 20%, tumbuh terus yang namanya desa wisata,” kata Kepala Disporapar Provinsi Jateng, Urip Sihabudin, Senin (13/8).

Urip mengatakan, saat ini masing-masing Pemerintah Desa yang berencana membuka desanya sebagai desa wisata telah baik kerena mereka tahu apa yang harus dilakukan, seperti melihat potensi-potensi mana yang bisa ditonjolkan.

“Mereka sudah paham ada resiko mendirikan desa wisata. Mereka tidak mau terjadi buka dan tutup, mereka sudah pandai mana yang harus ditonjolkan daya tariknya sehinga membuka desa wisata,” ujarnya.

Dikatakan, setiap tahun pemerintah mengelontorkan dana Rp 25 juta bagi sebagian desa wisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Jumlah pemberian dana tersebut terus dievaluasi dan dilihat sejauh mana kebutuhan desa wisata terkait agar pengentasan kemiskinan bisa berkurang.

“Desa yang masih miskin namun punya potensi akan kita dorong. Ini kita prioritaskan supaya ekonomi di desa bisa tebangun. Desa wisata poinnya kan untuk mengentaskan kemiskinan di desa,” ujarnya.

Ditambahkan, adanya Perda Desa Wisata, diyakini akan mendorong desa wisata kian tertata karena dengan Perda tersebut pengawasan dan pembinaan lebih jelas.

“Sistemnya lebih sistemik, tercatat, terekam segala sarana dan prasarana terlihat, SDM terlihat, kita mudah aksesnya. di sini contoh kurang sanitasi kurang apa akan terlihat jadi lebih mudah,” jelasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here