Gejolak Politik Berimbas pada Penjualan Properti di Jateng

Miniatur properti salah satu pengembang yang ikut dalam kegiatan Properti Expo Semarang keenam yang digelar mulai 15 hingga 26 Agustus 2018 di Paragon Mall Semarang.

SEMARANG- Gejolak politik menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019 sangat berpengaruh pada penjualan properti di tanah air, khususnya di Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD REI Jawa Tengah, Dibya K Hidyat, dalam laporan penutupan kegiatan Properti Expo Semarang keenam di Temparang Resto Semarang, Senin (27/8).

Dibya menyebutkan, penjualan properti pada pameran yang dihelat dari 15 hingga 16 Agustus 2018 di Paragon Mall itu hanya laku 29 unit saja, sehingga jauh dari target. Dia menjelaskan, kelesuan penjualan properti tersebut tidak hanya di Jateng saja namun rata di tanah air.

“Pasar properti ini kemarin saya ke Jakarta ketemu properti agen, di Jakarta juga terjun bebas,” kata Dibya.

Ditambahkan, prediksi tahun ini harusnya penjualan properti mengalami peningkatan dengan melihat ekonomi makro Indonesia yang tumbuh. Namun sebaliknya, kondisi di lapangan kini justru mengalami penurunan yang cukup jauh.

“Ekonomi saat ini sangat membingungkan, kalau ekonomi makronya tumbuh, harusnya ikut tumbuh numun riilnya tidak tumbuh, tidak sesuai. Mungkin ada yang tumbuh tapi di sektor pariwisata,” jelasnya.

Dijelaskan, penjualan properti periode Januari – Agustus 2018 hanya laku 175 unit, jauh dibandingkan periode yang sama Januari – Agustus 2017 sebanyak 278 unit. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here