Pengusaha Jateng Keluhkan Layanan OSS yang Belum Optimal

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi/Istimewa.

SEMARANG- Pengusaha di Jawa Tengah mengeluhkan pelayanan pada sistem Online Single Submission (OSS) atau Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik yang belum sepenuhnya optimal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan, pada sistem OSS masih ditemui sejumlah masalah, misalnya aksesnya tidak bisa dibuka padahal semua syarat, mulai izin notaris semuanya telah dipenuhi.

“Ada yang kemarin mau mendirikan perusahaan baru, dia sudah ke notaris, semua syarat sudah dipenuhi tapi masuk ke OSS masuk tidak bisa. Kemudian dia datang ke DPMPTSP untuk menyakan hal itu, tapi tidak bisa diselesaikan dan disarankan datang ke Jakarta,” katanya Selasa (9/10).

Usai diminta datang ke Jakarta, lanjutnya petugas pun tak bisa menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga kejadian ini menambah bingung pengusaha.

“Dia kemudian datang, tanya langsung ke Jakarta namun mereka juga tidak bisa mengatasi. Ini kan lucu mereka buat suatu sistem tapi tidak bisa mengatasi,” jelasnya.

Dikatakan, tidak bisa masuknya ke sistem OSS tersebut merupakan sebuah masalah yang harus segera diatasi, mengingat proses perizinan yang mudah diakses oleh pengusaha menjadi sangat penting.

“Apapun ini adalah suatu hambatan, kami dari Apindo dan anggota sangat perlu sistem OSS ini,” ucapnya.

Ditambahkan, pihaknya meminta agar sosialisasi sistem OSS juga digencarkan baik kepada pengusaha, pemerintah terkait sehingga semuanya sama-sama memahaminya.

“Ini harus dijelaskan, sosialisasi ke kab/kota dan pada para pengusaha. Ini betul-betul kita harus satu paham, sehingga bisa berjalan, ini mohon perhatian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo mengemukakan, pihaknya terus mengupayakan untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik. Bahkan tidak hanya melalui sistem OSS, saat ini pihaknya juga masih menerima pelayanan secara manual.

“Ada untuk pemenuhan izin opersional untuk penangkapan ikan, sebagian manual dan masih dilayani, karena di OSS belum bisa keluar barkotnya,” jelasnya.

Dilanjutkan, pada sistem OSS sendiri ada tiga layanan yakni prioritas, mandiri dan perbantuan. Prioritas dimaksudkan bagi pelayanan khusus investor besar. Kemudian mandiri yakni bagi yang biasanya dari rumah minta dibantu upload data dan ditambah adanya layanan perbantuan.

Sedangkan, hingga September 2018 ini lanjutnya, DPMPTSP Jateng telah mengeluarkan izin sebanyak 7.516, dan 74 izin tersebut masuk dari sistem OSS sementara 92 masih dibantu secara manual. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here