Permudah Investor Pantau Investasi Pasar Modal, KSEI Sosialisasikan Fasilitas AKSes di Semarang

Kepala Unit Pemeriksaan KSEl Fitriyanto, dalam sosialisasi penggunaan fasilitas AKSes untuk pemantauan langsung portofolio investasinya, Selasa (24/4).

SEMARANG- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerjasama dengan PT Bursa Efek lndonesia (BEI), menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (24/4).

Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) yang merupakan fasilitas perlindungan investor Pasar Modal Indonesia, serta memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur yang tengah dilakukan KSEI.

Kepala Unit Pemeriksaan KSEl Fitriyanto mengatakan, fasiIitas AKSes disediakan agar investor dapat memantau langsung portofolio investasinya pada lembaga yang memang diberikan mandat untuk menyimpan data portofolio investor sesuai Undang Undang Pasar Modal.

“Jadi melalui AKSes ibaratnya investor itu memiiiki akses langsung untuk melihat investasinya di sistem kami,“ kata Fitriyanto.

Selain menyampaikan penjelasan kepada media di Kota Semarang, rangkaian kegiatan sosialisasi di Semarang ini mencakup kegiatan edukasi di Universitas Negeri Semarang dan edukasi bagi seluruh investor yang berdomisili di kota Semarang.

Berdasarkan data KSEI per akhir Maret 2018, saat ini Jawa Tengah menempati urutan ke-4 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di lndonesia dengan jumlah investor sebanyak 61.466. Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 15.019 investor berdomisili di kota Semarang atau yang terbesar di provinsi Jawa Tengah.

Adapun jumlah investor di Pasar Modal indonesia hingga akhir Maret 2018, telah mencapai sekitar 1.216.278 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank lndonesia.

Fitriyanto mengharapkan, melalui sosialisasi dan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran investor untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas AKSes untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut Fitriyanto menyebutkan, saat ini KSEl tengah mengembangkan fasilitas AKSes Next-G (AKSes menjadi AKSes Next Generation) dengan titur-fitur yang semakin menarik dan semakin mudah digunakan.

“Nantinya yang dapat memanfaatkan fasilitas AKSes Next-G tidak hanya investor tapi juga Perusahaan Efek, Bank Kustodian, bahkan masyarakat umum. Hal ini memungkinkan karena KSEl sudah bekerjasama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk memanfaatkan data kependudukan untuk layanan di pasar modal, sehigga nanti untuk menggunakan fasilitas AKSes Next-G cukup dengan memasukan Nomor lnduk Kependudukan saja,” ujarnya

Kerjasama dengan Ditjen Dukcapil tak hanya dilakukan dengan KSEI, namun juga dengan pelaku pasar modal lainnya. Pada penghujung tahun 2016 atas inisiasi KSEI, Ditjen Dukcapil dengan 100 pelaku industri pasar modal menjalin kerjasama terkait pemanfaatan data Kependudukan untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan rekening Efek.

Melalui simulasi yang dilaksanakan dengan pembukaan rekening Efek menggunakan alat baca KTP elektronik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, dimana sebelumnya butuh waktu beberapa hari.

KSEI juga menyadari bahwa aktivitas investasi di pasar modal yang nyaman perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Menyikapi hal tersebut pada 30 Agustus 2016 lalu KSEI telah meluncurkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu atau S-INVEST yang merupakan platform dan sistem yang terintegrasi untuk industri Reksa Dana.

Sistem tersebut pun mampu meyederhanakan proses yang dilakukan oleh pelaku industri Reksa Dana dalam mengadministrasikan semua transaksi Reksa Dana sehingga lebih efisien dan transparan. KSEI menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan sistem terpadu untuk Reksa Dana mengikuti jejak pasar modal Korea Selatan Atas kesuksesan KSEI meluncurkan S-INVEST.

KSEI berhasil memperoleh penghargaan Marquee Awards sebagai Best Central Securities Depository in South East Asia 2016 oleh Alpha South East Asia.

Di tahun 2018, KSEI merencanakan penerapan electronic Voting (e-Voting) untuk mengakomodasi penggunaan hak suara investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanpa perlu kehadiran investor secara fisik. Diharapkan hal ini dapat memudahkan investor khususnya investor yang memiliki lebih dari satu Efek, maupun investor di daerah dan investor asing yang tidak berdomisili di tempat berlangsungnya pelaksanaan RUPS.

Proyek strategis lainnya adalah pengembangan sistem utama KSEI yakni C-BEST Next-G (C-BEST Next Generation) untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas sistem hingga 10 kali lipat, sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here