Pertamina Sosialisasikan Budaya Safety di SPBU

Pertamina mensosialisasikan Budaya safety di SPBU jalan prof.Sudarto
Pertamina mensosialisasikan Budaya safety di SPBU jalan prof.Sudarto

Semarang – Dalam rangka memperingati bulan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja), PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DIY, memberikan sosialisasi Budaya Safety di SPBU  44.502.23, Jl. Prof Soedarto, Tembalang pada Senin (18/2).

Sosialisasi ini diberikan oleh Region Manager Retail Fuel Marketing Pertamina MOR IV selaku PJS General Manager Pertamina MOR IV, Rahman Pramono Wibowo, didampingi oleh tim manajemen Pertamina MOR IV untuk memberikan edukasi langsung kepada para konsumen mengenai safety di SPBU.

Pramono mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan budaya safety dan keamanan saat berada di SPBU. Salah contohnya adalah budaya mematikan handphone saat pengisian bahan bakar.

Menurut dia, hal tersebut masih belum disadari oleh masyarakat meski berbahaya. Padahal kata dia budaya safety tidak hanya untuk menjaga keamanan diri sendiri namun juga lingkungan.

Ia menjelaskan, alasan harus mematikan handphone adalag karena receiver sinyal di telepon selular menghantarkan arus listrik, sehingga jika arus listrik tersebut menyambar uap bahan bakar saat pengisian maka dapat memicu kebakaran. “Karena hal itulah kami rasa perlu adanya sosialisasi kembali kepada para konsumen mengenai budaya safety di SPBU”, ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya tidak henti-hentinya memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Tak hanya masyarakat pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada petugas SPBU. “Petugas harus mengingatkan kepada masyarakat jika mendapati konsumen sedang menerima telfon, dan tidak mematikan mesin atau bahkan merokok di area SPBU,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Unit Manager Communication & Relation Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, mengatakan bahwa sosialisasi budaya safety di SPBU ini merupakan rangkaian kegiatan Pertamina MOR IV dalam menyemarakkan bulan K3 yang dicetuskan pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Budaya safety harus terus diterapkan oleh setiap individu dimanapun dan kapanpun. Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara juga memiliki tanggung jawab terhadap sosialisasi HSSE kepada masyarakat. Dalam menjalankan operasionalnya, Pertamina terus menerapkan keselamatan dan kesehata kerja serta lingkungan.

“Melalui sosialisasi budaya safety di SPBU ini, diharapkan para konsumen menjadi lebih waspada dan mematuhi aturan saat pengisian bahan bakar,” ucapnya.

Ia menambahkan, jika konsumen masih menemukan hal yang tidak aman atau unsafe di SPBU, dapat melaporkannya ke kontak Pertamina 1-500-000 atau melalui website www.pertamina.com. (zp/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here