Puluhan Tahun Menunggu, Mimpi Warga Tandang Miliki Jalan Penghubung Akhirnya Terwujud

Anggota DPR RI Juliari Peter Batubara saat meninjau jalan penghubung di Delikrejo, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Jumat (24/5/19).

SEMARANG – Setelah menunggu 30 tahun lamanya, warga di dua wilayah Delikrejo RW XI dan RW X, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang kini akhirnya bisa menikmati jalan penghubung yang sudah diimpikan.

Jalan penghubung antar RW dengan panjang 100 meter dan lebar 3 meter itu bisa dibangun setelah warga memperoleh bantuan dana dari program corporate social responsibility (CSR) dari salah satu BUMN yakni Purusahaan Gas Negara (PGN).

Ketua RW XI, Kelurahan Tandang, Sukaton mengatakan, sebelumnya warga mengajukan proposal untuk pembangunan jalan dengan anggaran Rp 150 juta, yang kemudian dititipkan kepada anggota DPR RI, Juliari Peter Batubara untuk diteruskan ke PGN.

Gayung bersambut, BUMN tersebut akhirnya mau memberikan bantuannya dengan membangun jalan dengan konstruksi cor beton itu.

“Sebelum ini tidak ada jalan penghubung antara RW XI dan RW X di Kelurahan Tandang ini. Karena kontur tanah di wilayah ini yang berbukit-bukit dan jalan sangat susah untuk dibangun,” jelas Sukaton saat menerima kunjungan Juliari, Jumat (24/5/19).

Dikatakan, sebelum jalan tersebut dibangun, hanya ada jalan setapak dengan sistem tangga naik turun. Berkat adanya jalan yang dibangun dengan kontruksi mirip jembatan ini, komunikasi warga menjadi lebih baik karena ada jalur penghubung. Demikian pula ekonomi warga pun juga terangkat karena setelah ada jalan beberapa warga membuka usaha warung.

“Jalan tersebut pembangunannya selesai tahun 2018 lalu dan sangat berarti bagi warga kami,” ujarnya.

Anggota DPR RI Juliari Peter Batubara, saat meninjau jalan di Keluarahan Tandang itu mengatakan, setiap BUMN memang ada anggaran untuk membina lingkungan.

Pihaknya turut berterima kasih kepada PGN atas pembangunan jalan penghubung RW XI dan RW X ini. Dia berharap BUMN tidak hanya mencari keuntungan saja, tapi juga menyisihkan keuntungan untuk kebutuhan lingkungan sekitar. Apalagi tak semua masalah sosial di masyarakat, bisa diselesaikan oleh anggaran APBD maupun APBN.

“Kami berharap jalan ini dirawat dengan baik oleh warga. Selain itu kami juga berharap jalan tersebut bisa memberi manfaat positif bagi masyarakat sekitar. Yang mau sekolah bisa lebih cepat sampai, yang kerja juga makin cepat, dan silaturahmi antarwarga bisa lebih terjalin dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Tembalang, Kusrin mengemukakan, wilayah Tandang merupakan wilayah perbukitan dengan banyak problem sosial. Sebab, wilayah ini merupakan wilayah padat penduduk, meski kontur tanahnya naik turun. Dalam satu RW, setidaknya ada 860 keluarga, dengan jumlah penduduk mencapai 3.000-an jiwa.

“Wilayah sini memang masih menjadi wilayah perhatian karena secara ekonomi masyarakatnya berada dalam kategori menengah ke bawah,” katanya.

Hal lain yang kerap jadi masalah di Tandang yaitu longsor, karena wilayah ini merupakan wilayah perbukitan. Sebenarnya, pihak kecamatan siap membantu persoalan pembangunan di sini dengan anggaran musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Selain itu juga ada dana alokasi umum (DAU) yang bisa dimanfaatkan untuk pembenahan insfrastruktur di wilayah ini.

“Diharapkan ada usulan dari masyarakat kepada kelurahan maupun kecamatan. Sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat bisa direalisasikan pemerintah,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here