Rumah Zakat Action Bagikan Bantuan Makanan kepada Warga Korban Banjir di Demak

0
Rumah Zakat Action Bagikan Bantuan Makanan kepada Warga Korban Banjir di Demak.

 

DEMAK – Dua Kabupaten Grobogan dan Demak yang ada di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dihantam banjir pekan ini. Ratusan rumah terendam dan ribuan warga pun harus mengungsi.

Rumah Zakat tidak tinggal diam melihat bencana alam yang membuat rumah dan area persawahan warga tenggelam tersebut.

Setelah menyalurkan bantuan untuk warga Dusun Bingung, Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, Grobogan, Rumah Zakat Action kembali melakukan aksi nyata dengan membagikan makanan bagi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak.

Rumah Zakat Action membagikan logistik berupa 80 kaleng Superqurban untuk dapur umur di Desa Sambung, Kecamatan Gajah, pada Jumat (9/2/2024). Selain itu juga menyalurkan bantuan berupa 100 nasi bungkus dan 250 paket snack.

Relawan Rumah Zakat, Wiwik Ariyani mengatakkan, tidak hanya membagikan makanan, pihaknya juga ikut membantu mengevakuasi warga Desa Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar, menggunakan Ambulance Rumah Zakat.

“Masih ada banyak wilayah yang belum surut dan masih banyak kebutuhan mendesak yang diperlukan warga, seperti penambahan pendirian dapur umum di beberapa titik, tikar, selimut, dan obat-obatan” ujar dia.

Hingga hari ini, Sabtu (10/2/2024), banjir yang terjadi sejak Kamis (8/2/2024) itu belum sepenuhnya surut. Pada hari ini Rumah Zakat Action juga masih melakukan distribusi nasi bungkus dan Superqurban untuk warga terdampak banjir di Demak.

Joko Resperentatif Manager (RM) Rumah Zakat Jawa Tengah berharap, bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban warga. Pihaknya juga terus mendoakan agar banjir di Kabupaten Demak, khususnya Kecamatan Karanganyar, segera surut.

“Semoga cepat surut banjir nya, tidak ada korban jiwa dan para stakeholder pemerintah dan masyarakat saling membantu. Relawan kami pun sudah turun ke titik banjir,” harapnya.

Diketahui sebelumnya banjir di Demak disebabkan oleh sejumlah tanggul sungai yang jebol karena tidak kuat menahan tingginya debit air sungai serta kiriman luapan air dari Kabupaten Grobogan. Sehingga air masuk ke permukiman warga dan jalan raya.

Ada tujuh kecamatan yang terdampak, yakni Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, Karangtengah, Gajah, Sempet, dan Karanganyar. Dilaporkan ada sekitar 8.170 warga yang mengungsi di beberapa lokasi. Meliputi tempat beribadah, sekolah dan balai desa.

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan