Serunya Program Around The World di Sanggar Aksara, Anak-anak Bisa Belajar Budaya Mancanegara

Flashmob
one-stop-property-new
Para guru dan anak-anak saat flash mob sebagai bagian dari puncak program ‘Around The World’ Sanggar Aksara Semarang, Sabtu (13/7/19).

SEMARANG – Sanggar Aksara Children’s Enrichment Center, sebuah Lembaga Pendidikan di Jl Taman Beringin No 19 Semarang menghadirkan program liburan dengan konsep ‘Around The World’ untuk anak-anak usia 1 hingga 10 tahun.

Program yang berjalan selama 2 minggu ini mengajak anak-anak berkeliling dunia sambil belajar mengenai budaya-budaya mancanegara. Mulai dari pergi ke Jepang belajar membuat sushi, ke India belajar menari Bollywood, ke Cina membangun The Great Wall, hingga ke Amerika bermain Cowboy dan Afrika membuat rumah khas Zimbabwe.

Anak-anak juga mendapatkan kesempatan bepergian hingga ke lebih dari 30 negara sekaligus selama 2 minggu.

Sebagai perayaan puncaknya, Sanggar Aksara mengadakan Citizen of The World Party pada hari ini, Sabtu (13/7/19) yang dibuka untuk umum.

CEO Sanggar Aksara Endinda Krista mengatakan, di acara ini, anak-anak diwajibkan menggunakan dress code baju adat negara-negara di dunia.

Salah seorang guru berperan sebagai Koboy dalam Costume Parade sebagai bagian puncak program ‘Around The World’ Sanggar Aksara Semarang, Sabtu (13/7/19).

Rangkaian acara juga di isi dengan story telling, rhyme time, costume parade dan flash mob, lomba packing. Ditambah ada kelas Bahasa asing yang dapat diikuti secara gratis, mulai kelas Bahasa Jerman, Mandarin, Italia, Thailand, Belanda hingga Russia.

Untuk menutup Citizen of The World Party, anak-anak akan menikmati bersama-sama mini Holi Festival. Festival dari India dimana anak-anak bebas bermain air dan bubuk wara-warni.

“Melalui program ini anak-anak akan mendapatkan ekperience yang lebih. Anak-anak selama ini belajar geografi dunia dari buku sekolah. Kalau di sini mereka benar-benar merasakan budaya-budaya di luar negeri,” ujarnya.

Ditambahkan, berbagai kegiatan tersebut merupakan pertama kali digelar oleh Sanggar Aksara. Ke depan, kegiatan semacam itu akan dilakukan rutin dan lebih mengeksplor lagi kebudayaan yang ada di seluruh dunia, tidak hanya 30 negara saja.

“Belajar langsung praktek bagus bagi emosi anak, mereka bisa mengekspresikan diri. Anak-anak yang tahu mengenal budaya luar negeri otomatis akan lebih mencintai budaya sendiri,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here