Takraw dan Kenangan Sang Ayah, Kisah Fardania Raih Dua Emas Porprov
SEMARANG – Air mata Fardania Malikha tak terbendung ketika mengenang sosok ayah yang mengenalkannya pada sepak takraw. Sukamto, sang ayah, bukan sekadar orang tua bagi atlet asal Desa Gidangelo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, itu. Ia adalah sosok yang pertama kali mengajarinya bermain sepak takraw sekaligus menanamkan semangat agar tidak mudah menyerah.
Kini, setelah bertahun-tahun menekuni olahraga tersebut, Fardania berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus pencapaian yang ingin dipersembahkan untuk mendiang ayahnya yang meninggal ketika ia masih di bangku SMP.
Perjalanan Fardania sebagai atlet takraw bermula sejak sekolah dasar. Saat itu, Sukamto yang juga seorang atlet sepak takraw sekaligus pelatih di sekolahnya, mengajarkan olahraga tersebut secara langsung kepada putrinya.
Dari sang ayah, Fardania mulai mengenal teknik dasar sepak takraw. Latihan demi latihan dijalaninya, meski proses untuk menguasai permainan itu tidak selalu mudah. Ada kalanya ia merasa kesulitan, bosan, bahkan ingin menyerah. Namun, Sukamto selalu memberikan semangat agar putrinya terus berlatih dan tidak mudah jenuh.
“Bapak bilang latihan terus, semangat terus kalau latihan, jangan bosan-bosan,” kenang Fardania, Jumat (30/10/2026).
Nasihat sederhana itu terus melekat dalam ingatannya. Sayangnya, ketika Fardania masih berada di bangku kelas IX SMP, sang ayah meninggal dunia. Sosok yang selama ini mendampingi dan membimbing berlatih takraw itu tak lagi berada di sisinya.
Rasa kehilangan tersebut menjadi bagian berat dalam perjalanan hidupnya. Kendati demikian, Fardania tan berhenti bermain sepak takraw. Ia memilih melanjutkan olahraga yang telah dikenalkannya sejak kecil. Terlebih setelah mendapat dorongan dari sang kakak untuk meneruskan cita-cita ayahnya.
Keputusan itu membawanya melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah. Di sekolah itu, Fardania kembali mengasah kemampuan melalui pembinaan olahraga yang lebih terarah dan intensif.
“Di SMANKO menjadi tempat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan sebagai atlet. Selain mendapatkan pendidikan akademis, ia juga memperoleh kesempatan berlatih secara khusus untuk mengembangkan potensinya di cabang sepak takraw,” ungkapnya.
Hingga akhirnya kerja kerasnya membuahkan hasil manis. Pada Porprov Jawa Tengah 2026, Fardania berhasil mempersembahkan medali emas untuk Kabupaten Jepara. Ia meraih emas pada nomor tim regu dan tim double event. Di balik prestasi itu, ada sosok yang selalu ia ingat. Sosok yang pertama kali mengajarinya menimang bola takraw, mendampingi berlatih, dan menyemangati ketika mulai merasa bosan.
Ketika ditanya apa yang ingin disampaikan kepada sang ayah, Fardania tak kuasa menahan tangis. Ia ingin mengucapkan terima kasih atas pendidikan dan bimbingan yang diberikan sejak kecil.
“Saya mau berterima kasih sama Bapak karena sudah dididik dari kecil,” ucapnya sambil menyeka air mata.
Bagi Fardania, dua medali emas yang diraih bukan sekadar hasil pertandingan. Ada kenangan tentang perjuangan bersama ayah yang menyertainya, juga tekad untuk meneruskan cita-cita sang ayah melalui sepak takraw.
Kini, langkahnya sebagai atlet masih panjang. Dengan bekal pembinaan di SMANKO Jawa Tengah dan semangat yang diwariskan Sukamto, Fardania bertekad terus mengembangkan kemampuannya. Medali emas itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanannya. Sebuah persembahan bagi ayah yang telah mengenalkannya pada sepak takraw, mengajarinya bertahan ketika kesulitan, dan menanamkan semangat untuk terus berlatih.
“Terima kasih ayah,” ungkapnya dengan bibir bergetar.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuturkan, SMANKO Jateng merupakan sekolah khusus atlet yang terintegrasi dengan pendidikan formal. Siswa yang diterima di SMANKO Jateng ini merupakan atlet-atlet berprestasi olahraga dan diterima di Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng.
Atlet potensial yang masuk ke sana tidak hanya digembleng dari sisi prestasi olahraga, tetapi juga mendapatkan pendidikan formal sebagai penunjang masa depan. SMANKO Jateng akan menjadi andalan Provinsi Jawa Tengah dalam mencetak atlet berprestasi. Artinya dapat menunjang peningkatan prestasi olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya imbau kepada anak-anak didik kita untuk selalu mengangkat prestasi di tempat kita lewat olahraga dengan belajar di sini. Sarana prasarana, kemudian tempat latihan dan asrama kita siapkan, sehingga mereka kita gembleng menjadi atlet masa depan,” tandasnya.***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.