Ekonomi BisnisTiga Negara Dominasi Impor ke Jateng

Tiga Negara Dominasi Impor ke Jateng

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG- Nilai impor Jawa Tengah bulan Oktober 2018 mencapai US$ 1.501,31 juta, mengalami peningkatan sebesar 26,76% dibanding impor September 2018 sebesar US$ 1.184,40 juta. Bila dibanding Oktober 2017 atau year on year, nilai impor Oktober 2018 mengalami peningkatan sebesar 41,95% sebesar US$ 443,67 juta.

Impor kumulatif Januari-Oktober 2018 mencapai US$ 12.416,87 juta naik 47,56% sebesar US$ 4 001,96 juta, dari impor kumulatif Januari-Oktober 2017 yang
sebesar US$ 8.414,90 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah selama periode Januari-Oktober 2018 adalah Tiongkok, Arab Saudi, dan Nigeria dengan nilai impor kumulatif Januari-Oktober 2018 masing-masing sebesar US$ 3.393,47 juta, US$ 2.392,84 juta, dan US$ 849,68 juta.

“Pangsa pasar ketiga negara tersebut mampu mencapai 53,44% terhadap total impor ke Jawa Tengah periode Januari-Oktober 2018,” kata Sentot, Kamis (15/11).

Sedangkan, lanjutnya impor Jawa Tengah dari kawasan ASEAN pada periode Januari-Oktober 2018 mencapai US$ 1.284,14 juta atau berkontribusi sebesar 10,34 persen terhadap total impor Jawa Tengah Januari-Oktober 2018. Impor dari negara-negara kawasan Uni Eropa pada periode Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar US$ 261,34 juta (2,10 persen).

Ditambahkan, impor Jawa Tengah dari kawasan negara-negara utama lainnya (9 negara) menyumbang peranan sebesar 68,98% terhadap total impor Jawa Tengah, dengan nilai impor sebesar US$ 8.564,76 juta.

“Produk mineral, Mesin dan pesawat mekanik, serta Tekstil dan Barang Tekstil merupakan tiga kelompok komoditas yang mempunyai kontribusi tertinggi terhadap impor Jawa Tengah,” jelasnya.

Disebutnya, selama periode Januari-Oktober 2018, kontribusi komoditas tersebut masing-masing sebesar 39,66%, 17,34% dan 14,59% terhadap total impor Jawa Tengah. Nilai impor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan Oktober 2018 masing-masing sebesar US$ 550,23 juta, US$ 355,33 juta, dan US$ 194,51 juta. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Lebih Dari 20 Ribu Pelanggan Manfaatkan Promo Tambah Daya PLN

JAKARTA – Program promo tambah daya listrik “Ramadan Peduli“ dan "Ramadan Berkah" disambut baik oleh pelanggan. Hingga 16 Mei...

ARTUGO Luncurkan Peranti Dapur Dengan Spesifikasi Istimewa

*Dukung Wirausaha Pemula TANGERANG- Diujung semester pertama tahun 2021, ARTUGO kembali meluncurkan sederet peranti dapur terbarunya. Tak tanggung – tanggung,...

Pertamina Berbagi Berkah Bulan Ramadhan

*Bantu Sarana Prasarana Panti Asuhan di Jateng-DIY SEMARANG– Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah menjalankan program...

Lebaran di Pekalongan Aja Menginap di Hotel Santika Pekalongan

PEKALONGAN - Lebaran Sebentar lagi. Hari yang di identikan dengan kemenangan umat muslim di seluruh dunia yang selalu di...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Pertamina Siagakan Agen dan Pangkalan LPG

*Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H SEMARANG– Menyambut Idul Fitri 1442 H, Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah menetapkan...

PLN Berikan Bantuan Listrik Gratis di Jawa Tengah

SEMARANG - PLN memberikan bantuan penyambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Jawa Tengah. Bantuan...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda