Tingginya Impor Migas Jadi Penyebab Defisit Neraca Perdagangan

SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat, neraca perdagangan Jawa Tengah pada bulan Agustus 2018 mengalami defisit sebesar US$ 973.18 juta.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Provinsi Jateng, Sri Herawati mengatakan, devisit neraca perdagangan disebabkan masih tingginya impor migas.

“Neraca perdagangan Agustus 2018 divisit US$ 973.18 juta, devisit terutama di migas. Dari US$ 973.18 juta itu, migas sudah devisit US$ 7.41 juta, kalau itu Hampir 60% dari total keseluruhan,” kata Sri, Senin (17/9).

Sri menambahkan, sedangkan dari sektor non migas terjadi devisit sebesar US$ 231.59 juta.

Dikatakan, tingginya impor tersebut diakibatkan di Jateng masih banyak yang menggunakan bahan baku impor, terutama pada industri pengolahan.

“Terutama kita kan ekspornya dari industri pengolahan kan. Dan ternyata kita banyak impor bahan baku penolong dari impor, dari luar negeri,” ujar sri.

Sri menambahkan, agar devisit neraca perdagangan bisa dikurangi, penyediaan bahan baku lokal perlu didorong. “Kita coba substitusi atau penyediaan barang dari lokal,” jelasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here