Wow, Wedang Jahe Rempah Mbah Jo Semarang Manjur Redakan Kolesterol dan Asam Urat

Mbah Jo atau Pak Tukijo, pemilik warung wedang jahe rempah Mbah Jo Semarang di belakang Kantor Gubernur JawaTengah bersama para pelanggannya, anggota Polda Jateng (foto ig: @jaherempah_mbahjo)

WEDANG Jahe Mbah Jo Semarang sudah sangat familier bagi warga Kota Semarang dan bahkan Jawa Tengah. Karena memang  warung wedang jahe yang berada di belakang kantor Gubernur JawaTengah Jalan Pahlawan Semarang itu menjadi jujugan banyak orang utamanya mereka yang sedang mencari kehangatan badan.

Lazimnya wedang jahe memang jahe bikin badan hangatdi badan, namun wedang Jahe Mbah Jo tiada duanya. Tangan terampil Tukijo — begitu nama lengkap Mbah Jo– tidak hanya menjadikan wedang jahe menyebabkan badan menjadi segar saja, namun juga manjur untuk meredakan sejumlah penyakit, seperti asam urat koresterol, pegal linu dan masuk angin.

Jahe rempah Mbah Jo Semarang memang dibuat dengan secara khusus dengan memadukan sejumlah rempah-rempah dan herbal dengan ukuran yang pas.

“Pelaggan banyak yang mengaku, kalau jahe rempah Mbah Jo bisa meredakan sejumlah penyakit seperti asam urat koresterol, pegal linu,” kata Deny Budianto, putra sulung Mbah Jo yang ikut berjualan di warung belakang kantor Gubernur Jawa Tengah, kepada wartawan.

Deny Budianto mengatakan, Jahe rempah Mbah Jo Semarang tidak hanya dikenal oleh warga Semarang, namun juga telah merambah ke luar Jawa. Bahkan sampai luar negeri, seperti Singapura dan Arab Saudi.

 “Jahe rempah sudah dipesan orang luar Jawa, seperti Kalimantan dan Riau. Selain itu, pesanan juga datang dari pelanggan asal Singapura dan Arab Saudi. Sekali pesan jumlahnya bisa ratusan bungkus. Biasanya pembeli kepincut kemudian membawa pulang ke daerah masing-masing,” terangnya.

Penampakan wedang jahe rempah Mbah Jo Semarang (ig: @jaherempah_mbahjo)

Dikatakan Deny, banyaknya pelanggan hingga luar negeri, tidak diraih dengan mudah. Butuh perjuangan yang keras dan waktu panjang. Usaha jahe rempah sudah dirintis oleh ayahnya sejak 1996 silam. Awalnya berjualan teh dan kopi jos di warung yang di tempati sekarang. Seiring perjalanannya waktu, lalu mencoba meracik rempah-rempah menjadi minuman penghangat tubuh.

“Mulai membuat jahe rempah pada 2002 silam. Berbekal resep dari sebuah majalah, dia meracik jahe rempah dan bahannya didapat dari Kecamatan Batu Wonogiri,” bebernya.

Lambat laun, kata Deny racikan jahe rempah buatan ayahnya mulai digandrungi banyak orang. Musababnya, ramuan jahe rempah Mbah Jo Semarang kaya akan tanaman herbal macam jahe, kunir, kencur, temu mangga, kunir putih temulawak dan gula jawa.

Saat ini, Jahe Rempah Mbah Jo bisa didapat di darah lain. Kedua saudaranya telah membuka usaha serupa di Depok Jawa Barat dan warung di Semarang Barat. Segelas jahe rempah maupun wedang lainnya dijual seharga Rp 6.000 sampai Rp 11.000.

Selain wedang jahe, pembeli juga bisa menemukan jenis makanan dan jajanan lainnya. Tentu dengan harga yang ringan di kantong. Belum mencoba, silahkan datang. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here