14 Orang di Semarang Meninggal Akibat DBD, Masyarakat Diminta Waspada

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani.

SEMARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang meminta masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya penyakit DBD selalu menjadi ancaman setiap musim penghujan tiba.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moch Abdul Hakam mengatakan, sepanjang tahun 2019 tercatat ada 440 orang yang terkena DBD dan 14 di antaranya meninggal dunia.

“Di awal 2020 ini juga sudah ada dua warga yang positif mengidap penyakit DBD, meski Kota Semarang baru memasuki musim penghujan,” ujarnya, Senin (6/1/20)

Dia mengatakan, penyakit DBD bisa ditandai dengan demam akut hingga lima hari. Jika mengalami demam tersebut, penderita diimbau untuk segera diperiksakan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Kalau tidak segera mendapat perawatan kesehatan, penderita DB dapat meninggal dunia,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pencegahan penyakit DBD terus dilakukan oleh dinasnya dengan melakukan berbagai sosialisasi pembasmian jentik nyamuk dari tingkat kecamatan hingga RT.

Kemudian, lanjutnya, juga dilakukan peningkatan SDM dipuskesmas, rumah sakit hingga pengkaderan pencegahan dan pemberantasan DBD.

“Kami juga membuat konten video dimedia sosial terkait pencegahan penyakit DB, karena saat ini promosi dan sosialisasi paling efektif yakni melalui media sosial,” pungkasnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here