UmumSerba-serbi538 PKL Barito Direlokasi ke Kawasan Belakang MAJT

538 PKL Barito Direlokasi ke Kawasan Belakang MAJT

-

- Advertisment -spot_img

Walikota Semarang Hendar Prihadi saat membahas sewa tanah untuk relokasi PKL Barito dengan Pengurus Yayasan Wakaf  Banda MAS di MAJT, Rabu (22/8)

SEMARANG- Sebanyak538 pedagang kaki lima (PKL) Barito di Kelurahan Karangtempel, Semarang Timur akan direlokasi di area tanah Banda Masjid Agung Semarang seluas 1,2 hektar, yang berada di balakang Komplek MAJT jalan Gajah raya Semarang.

Kepastian relokasi ratusan PKL Barito tersebut setelah Walikota Semarang Hendar Prihadi bersama tim Pemkot mengadakan rapat dengan Yayasan Nadzir Wakaf Banda MAS, di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (22/8) siang.

Hadir pada rapat tersebut para pengurus yayasan antara lain Ketua Yayasan Prof Dr KH Noor Ahmad MA, Drs KH Ali Mufiz, Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji Msi, KH Hanief Ismail, Drs KH Muhyiddin MAg, dan Drs KH Ahyani Msi.

Menurut Walikota Semarang mengaku lega dengan hal ini. Sampai saat ini, dari 5.000 lebih PKL yang berada di Jalan Barito itu, sebagian besar sudah tertangani yakni di tempatkan Pasar Barito Baru di Penggaron. Namun yang 538 tersebut menolak relokasi dengan dalih lokasi baru sudah tidak muat untuk menampung pedagang sehingga mereka milih untuk bertahan di Barito. Padahal,
lokasi pedagang Barito tersebut terdampak pada pembangunan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sebagai bagian dari penataan Kota Semarang.
“Sangat wajar bila ada yang keberatan dengan relokasi seiring normalisasi BKT. Sebab, mereka telah lama tinggal di kawasan tersebut. Tapi yang jelas, kita memfasilitasi mereka untuk pindah. Jadi, tidak asal bongkar tanpa menyediakan tempat baru,” jelas Hendrar Prihadi.

Walikota menambahkan, sewa tanah di Banda MAS yang ada di belakang MAJT ini sebagai solusi terbaik, mengingat lokasinya yang strategis, persis di belakang MAJT dengan luas yang representatif.
“Saya berterima kasih kepada para kiai dan senior di yayasan ini,” tandasnya.

Ketua Yayasan Wakaf Banda MAS Prof Noor Ahmad menegaskan, pada prinsipnya persetujuan untuk disewa oleh Pemkot dilatari, Yayasan wajib membantu kesulitan Walikota. Maka, meski setuju disewa namun tentang besaran sewa tidak langsung dibicarakan. Terpenting, agar tanah secepatnya digunakan dalam tempo tiga tahun. (Zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Wartawan Dan Polresta Banyumas Bagikan Paket Sembako

PURWOKERTO - Covid 19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, baik usia muda, dewasa maupun tua. Virus yang mematikan...

JNE dan Dompet Kemanusiaan Media Group Kirim Tabung Oksigen Gratis ke RSUP Kariadi Semarang

SEMARANG – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir dan dampak yang ditimbulkan hingga saat ini sangat berpengaruh besar...

Telkomsel Ajak Masyarakat Lakukan #YangKitaBisa

JAKARTA – Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang tengah menghadapi pandemi, Telkomsel berupaya untuk menempatkan diri berdampingan bersama masyarakat...

Komunitas Tionghoa Semarang Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

SEMARANG - Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (PORINTI) Kota Semarang membagikan sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat. Pembagian tersebut dilakukan bersama...
- Advertisement -spot_imgspot_img

90% Dikorbankan, Efektifkah PPKM?

SEMARANG - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng menilai, sejumlah Kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang sudah terjadi...

Brantas Abipraya Gelar Vaksin COVID-19 Gratis

JAKARTA - Pandemi COVID-19 belum berakhir, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan laju penularan virus ini. Guna menyokong...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda