Kolaborasi PLN, GP Ansor dan Pemkab Boyolali Hijaukan Lereng Merapi, Bibit Alpukat Didorong Jadi Harapan Ekonomi Warga

Boyolali – PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bersama GP Ansor dan Pemerintah Kabupaten Boyolali, PLN menyalurkan bantuan bibit alpukat kepada masyarakat di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (7/2).
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi PLN dengan berbagai pihak dalam mendukung Gerakan Indonesia Asri yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat desa. Penanaman bibit alpukat di Desa Sumur diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi warga sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan lereng Merapi.
Wakil Kepala Badan Pengawas BUMN Aminuddin Ma’ruf, General Manager PLN UID Jawa Tengah–DIY Bramantyo Anggun Pambudi, Bupati Boyolali Agus Irawan, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Shidqon Prabowo dan jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali, Camat Tamansari, serta Kepala Desa Sumur turut hadir dalam kegiatan tersebut, untuk membersamai masyarakat setempat.
Aminuddin Ma’ruf menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di daerah. Ia berharap gerakan penghijauan dan penanaman tanaman produktif ini dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Tengah–DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan bahwa program TJSL PLN tidak hanya berfokus pada bantuan sosial semata, tetapi juga mendorong keberlanjutan ekonomi masyarakat melalui komoditas bernilai tambah.
“Alpukat merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Melalui program TJSL ini, PLN ingin menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan yang lebih hijau maupun peluang peningkatan pendapatan warga,” ujarnya.
Dia menambahkan, PLN terus berupaya menghadirkan program TJSL yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya melalui bantuan bibit, PLN juga mendorong pemanfaatan listrik untuk mendukung sektor pertanian yang lebih produktif dan modern.
Shidqon Prabowo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penghijauan dan pemberdayaan masyarakat desa di sektor pertanian produktif yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara PLN, GP Ansor, dan pemerintah daerah dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami berharap bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Agus Irawan menegaskan bahwa PLN melalui program TJSL akan terus mendukung kegiatan sosial dan lingkungan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dia menambahkan bahwa penguatan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan lokal menjadi salah satu fokus dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai bagian dari program TJSL, PLN telah menyalurkan masing-masing 400 bibit alpukat di Boyolali dan Kudus melalui Kelompok Tani Banowati dan Pager Baja. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, PLN akan terus menghadirkan program sosial dan lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.***
