Jelang Lebaran, Bulog Semarang Salurkan Bantuan Beras dan Minyakita untuk 774 Ribu Penerima

KENDAL – Perum Bulog Kantor Cabang Semarang resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng merek Minyakita secara serentak di seluruh Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Untuk wilayah kerja Semarang, kegiatan launching dipusatkan di Kelurahan Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat dari pemerintah pusat hingga daerah, di antaranya Kapusdatin Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, serta Pemimpin Cabang Bulog Semarang, Rendy Ardiansyah.
Program bantuan pangan kali ini menyasar keluarga penerima manfaat dengan penyaluran dua bulan alokasi sekaligus, yakni periode Februari dan Maret 2026. Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng Minyakita.
Pemimpin Cabang Bulog Semarang, Rendy Ardiansyah, menjelaskan bahwa khusus di Kelurahan Brangsong terdapat 728 PBP yang menerima bantuan pada hari peluncuran. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai 321 penerima.
“Terjadi peningkatan jumlah penerima karena adanya penyesuaian data berbasis DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) yang disusun oleh Badan Pangan Nasional,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Bulog Cabang Semarang akan menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah meliputi Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kota Semarang, dan Kota Salatiga. Total penerima mencapai 774.333 PBP dengan volume distribusi sebesar 15.486.660 kilogram beras dan 3.097.332 liter minyak goreng untuk dua bulan alokasi sekaligus.
Langkah percepatan penyaluran ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang libur panjang Lebaran.
“Launching serentak ini memang sengaja dilakukan sebelum Lebaran agar harga tetap terkendali dan masyarakat merasa lebih tenang dalam menyambut hari raya,” tambah Rendy.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengatakan bahwa pelaksanaan launching di Kendal menjadi pusat kegiatan tingkat provinsi Jawa Tengah.
“Hari ini kita melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng secara serentak. Untuk tingkat provinsi Jawa Tengah, kita pusatkan di Desa Brangsong, Kabupaten Kendal. Selain di sini, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Cabang Pati, Surakarta, dan Kendal,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran bantuan pangan di Jawa Tengah sejak 11 hingga 17 Maret 2026 telah mencapai sekitar 0,90 persen dan mencakup delapan kabupaten/kota. Penyaluran akan terus dimaksimalkan, meskipun akan ada jeda sementara saat Hari Raya Idulfitri.
“Setelah Lebaran, penyaluran akan kembali dilanjutkan agar seluruh target dapat terpenuhi,” katanya.
Sementara itu, Kapusdatin Badan Pangan Nasional, Kelik Budiana, menegaskan bahwa program bantuan pangan ini merupakan program nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menyalurkan bantuan agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Program ini memang direncanakan berjalan di bulan Ramadan. Harapannya bantuan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah puasa hingga Lebaran,” ujarnya.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, menambahkan bahwa alokasi bantuan pangan untuk Jawa Tengah tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Total alokasi untuk Jawa Tengah mencapai sekitar 5,07 juta keluarga penerima manfaat, meningkat dari sekitar 3 juta pada tahun 2025. Ini karena adanya perbaikan kebijakan, baik dari sisi data maupun perluasan sasaran penerima,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan ini dipengaruhi oleh pembaruan data dari Kementerian Sosial serta perluasan kategori desil penerima bantuan.
Dengan adanya program ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.***
