Ekonomi BisnisASN di Wonosobo Deklarasikan Penggunaan LPG Non Subsidi

ASN di Wonosobo Deklarasikan Penggunaan LPG Non Subsidi

-

- Advertisment -spot_img

Salah satu ASN di lingkungan Pemkab Wonosobo saat melakukan penukaran LPG 3 kg ke bright gas, Senin (2/12/19).

SEMARANG – Pemerintah kabupaten Wonosobo bersama PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mendeklarasikan penggunaan LPG Non Subsidi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan kabupaten Wonosobo.

Sales Area Manager Pertamina wilayah Semarang, Nyoman Sumarjaya mengatakan, dalam kegiatan tersebut sedikitnya 107 tabung LPG 3 kg telah ditukarkan ke Bright Gas 5,5 kg.

“Program trade in LPG ini merupakan program yang sangat baik yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo. LPG 3 kg merupakan bahan bakar yang disubsidi oleh negara dan peruntukkannya hanya bagi masyarakat miskin, nelayan kecil dan petani,” ujar Nyoman, Senin (2/12/19).

Program trade in atau penukaran LPG subsidi ke non subsidi hasil deklarasi ini rencananya akan diselenggarakan selama 1 bulan kedepan. Nantinya, lembaga penyalur agen LPG non subsidi dari Pertamina akan berkeliling dan mendirikan booth penukaran di setiap kantor dinas.

“Bagi masyarakat umum, Pertamina juga akan mendirikan Pertamax Bright Corner yang ditempatkan di pusat keramaian dan rumah makan sebagai upaya edukasi penggunaan LPG non subsidi bright gas bagi masyarakat mampu. Kami menargetkan yang sama bagi masyarakat yaitu 500 tabung nantinya akan ditukarkan,” tambahnya.

Sementara itu, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Anna Yudhiastuti, mengatakan bahwa Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senantiasa akan mendukung secara penuh deklarasi yang dilakukan oleh para Pemerintah Daerah terkait penggunaan LPG Non Subsidi Bright Gas.

“Selama ini penggunaan LPG bersubsidi 3 kg banyak yang tidak tepat sasaran dikarenakan penggunaannya juga dilakukan oleh masyarakat dengan ekonomi yang mampu. Kami berharap, Pemerintah Daerah di Jawa Tengah menjadi salah satu tolok ukur masyarakat dalam mengedukasi penggunaan LPG non subsidi sehingga teman-teman kita yang kurang mampu serta petani dan nelayan kecil bisa menikmati subsidi melalui LPG 3 kg,” tutupnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Smartfren Sediakan Hadiah Miliaran Rupiah di Rejeki WOW Treasure Hunt Periode Ketiga

JAKARTA – Setelah sukses membagikan hadiah sekaligus membuka peluang baru untuk lebih dari 3,9 juta pemenang, sekarang Smartfren menghadirkan...

Mulai Hari Ini Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya...

Original Coklat dari Hotel Santika Pekalongan

PEKALONGAN - Coklat? Makanan manis yang bisa menjadi Mood Boster untuk sebagian orang. Makanan manis satu ini tentu sangat...

Usaha Jus Organik Pelajar Semarang Ini Raup Omzet Jutaan

SEMARANG - Usaha jus buah dan sayuran organik yang ditekuni pelajar di Kota Semarang ini membawa keberuntungan bagi kondisi...
- Advertisement -spot_imgspot_img

KA Lokal PSO Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu, Kembali Beroperasi

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, kembali mengoperasikan KA Lokal PSO mulai Rabu 22 September...

Sporty Car Kian Diminati, Nasmoco Hadirkan 5 Varian Toyota Gazoo Racing

SEMARANG - Diperkenalkan sejak dua tahun lalu, deretan model Toyota Gazoo Racing mulai dari sports car GR Supra hingga...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda