Banjir Buat Wisatawan Asal Jakarta Perpanjang Menginap di Jateng

Banjir merendam kawasan Jalan S. Parman, Jakarta Barat, 1 Januari 2020.(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

SEMARANG – Tingginya tingkat okupansi atau keterisian hotel di Jawa Tengah pada akhir tahun atau Desember 2019 ternyata masih berlanjut hingga awal tahun 2020 ini.

Wakil Ketua PHRI Jateng, Bambang Mintosih mengatakan, okupansi beberapa hotel berbintang pada Januari 2020 ini masih tinggi. Banyak wisatawan dari berbagai kota memilih memperpanjang masa menginapnya.

“Seminggu ini masih full book, banjir Jakarta membuat pelancong memilih memperpanjang untuk menginap di Semarang,” katanya Jumat (3/1/20).

Pria yang akrab disapa Benk Mintosih ini menjelaskan, okupansi pada awal tahun ini lebih baik dibandingkan dua tahun lalu. Selain banjir, Kota Semarang saat ini menjelma sebagai kota wisata.

“Okupansi sekitar 80 persen, dua tahun lalu di bawah 60 persen. Para pelancong sengaja menuju Semarang karena ingin berwisata. Tahu kalau Jakarta Banjir, mereka langsung memperpanjang,” tuturnya.

Sementara itu, Sale Executive Hotel Citra Dream Semarang, Vincentia Litha mengatakan, okupansi di hotel tempatnya bekerja berkisar di angka 60 persen. Jumlah itu paling banyak disumbang oleh pengunjung asal Jakarta yang memilih memperpanjang menginap.

“Kebanyakan memang tamu dari Jakarta, mereka banyak yang memperpanjang lama menginap. Alesannya karena Jakarta banjir,” tambahnya.

Dirinya memprediksi, okupansi akan terus menanjak hingga Minggu (5/1/20). Selain karena akhir pekan, juga banyak pelancong yang mampir ke Semarang.

“Kalau malam nanti bisa samai 80 persen, biasanya bertahan sampai Minggu besok,” jelasnya.

Public Relations Hotel Ciputra Semarang, Shela Tiara mengakui jika banyak tamu yang memperpanjang lama menginap. Jumlahnya bahkan hampir 50 persen dari jumlah tamu menginap di hotel yang terletak di kawasan Simpang Lima ini.

“Sampai Sabtu masih full okupansi, diangka 91 persen karena banyak tamu yang extended,” tuturnya.

Tingginya okupansi ini, lanjut dia, membuat pihak hotel milih menutup pemesanan kamar melalui online travel agent. Pihak hotel sendiri hanya melayani tamu walk in atau yang datang langsung. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here