BI Prediksi Inflasi di Jateng 2020 Capai 3,29 Persen

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (11/12/19).

YOGYAKARTA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memprediksi inflasi di Jawa Tengah pada 2020 mencapai angka 3,29 persen.

“Inflasi di 2020 akan sedikit lebih tinggi, perkiraan kita 3,29 persen,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo, di Hotel Tentrem Yogyakarta, Rabu (11/12/19).

Dia mengatakan, prediksi inflasi yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 mengingat sejumlah faktor bakal memberikan gejolak.

Adapun posisi inflasi di Jateng pada 11 bulan atau hingga November 2019 baru mencapai angka 2,35 persen dan diprediksi bertambah sekitar 0,6 persen di Desember.

“Tahun 2019 kemungkinan inflasi perkiraan saya di bawah 3 persen, sekarang untuk 11 bulan baru mencapai 2,35 persen, kalau ditambah natal dan tahun baru di Desember ini berkisar 0,6 persen baru sampai 2,95 persen,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sejumlah faktor yang dapat menyumbang kenaikan inflasi di 2020 yakni adanya kenaikan cukai rokok, kemudian volatile food, dan pertumbuhan industri.

“Inflasi tahun 2020 agak lebih tinggi karena khususnya cukai rokok akan naik, kalau volatile food sama. Kemudian sektor industri tumbuh, ekonomi juga bergerak sehingga inflasi intinya juga akan lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya untuk tiket angkutan udara yang sebelumnya menyumbang inflasi cukup besar di 2017 lalu diyakini tidak akan terjadi lagi di 2020.

Meski demikian, kata dia prediksi inflasi tersebut masih bisa berubah seiring dengan perkembangan yang ada.

“Inflasi masih sangat bisa berubah tergantung kondisinya. Namun meski terjadi inflasi semuanya masih berada di target pemerintah,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here