Bisnis Properti Jateng Tahun 2019 Diyakini Lebih Cerah

Para pengunjung dalam kegiatan Property Expo Semarang ke-1 di Mall Paragon Semarang, (Rabu (9/1).

SEMARANG- Sejumlah pengembang optimistis bisnis properti di Jawa Tengah tahun 2019 akan lebih cerah meski menghadapi Pemilihan Presiden pada semester pertama.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, penjualan properti di tahun lalu memang masih jauh dari target panitia maupun pengembang sehingga diharapkan tahun 2019 akan mampu bangkit.

“Tahun lalu memang secara keseluruhan belum memenuhi keingin dari panitia, juga belum memenuhi target masing-masing peserta pameran, namun kami optimis 2019 meskipun tahun politik, tahun panas semoga pameran yang digelar akan berdampak lebih positif pada penjualan rumah di Semarang dan sekitarnya,” kata Dibya, Rabu (9/1).

Dibya mengatakan, berbagai strategi telah disiapkan untuk meningkatkan penjualan properti salah satunya dengan mengandeng beberapa perbankan untuk saling bersinergi.

“Strategi akan lebih banyak mengandeng perbankan. Tahun lalu saat pameran sudah bekerjasama dengan bank Mandiri dan akan lebih banyak yang bergabung lagi tahun ini. Dan perbankan dan pengembang memang mau tidak mau harus bersinergi karena 90% skema pembelian melalui KPR,” ujarnya.

Ditambahkan, penyesuaian dengan berbagai kebutuhan konsumen juga akan dilakukan agar kegiatan pameran lebih terserap. Selain itu, lanjutnya pembangunan rumah menengah pun akan digencarkan mengingat penjualan rumah menengah cukup baik dibanding rumah menengah atas.

“Tahun kemarin penjualan rumah menengah ke atas agak melambat, dan tahun ini pengembangan rumah menengah akan ditambah karena volume penjualan cukup banyak, hampir 70% penjualan merupakan rumah menengah, sisanya menengah ke atas,” ucapnya.

Sementara itu lanjutnya, melalui kegiatan Property Expo Semarang ke-1 yang dihelat di Mall Paragon Semarang dari 9-20 Januari 2019 ini, pihaknya menargetkan mampu menjual sebanyak 70 unit. Adapun kegiatan pameran diikuti sebanyak 9 pengembang dan dua pendukung.

“Target pameran 70 unit, namun awal tahun biasanya belum bisa terpenuhi karena biasa akan tumbuh pada bulan Februari, Maret-nya,” jelasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here