Ekonomi BisnisBKIPM Dorong Pegusaha Perbaiki Mutu Ekspor Rajungan

BKIPM Dorong Pegusaha Perbaiki Mutu Ekspor Rajungan

-

- Advertisment -spot_img

Kepala BKIPM Kota Semarang, Raden Gatot Perdana saat memberi keterangan kepada media, Rabu (3/10).

SEMARANG- Unit Pengolahan Ikan (UPI), pengusaha, dan supplier rajungan di Jawa Tengah didorong agar memperbaiki kualitas ekspor rajungan guna menjaga dominasi Jateng sebagai tiga besar pemasok rajungan di Indonesia.

“Ekspor rajungan harus baik sesuai produk mutu, yakni tidak tercampur dengan spesies lain dan tidak tercampur bahan-bahan kimia, antibiotik dan juga penyakit,” kata Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Semarang Raden Gatot Perdana, Rabu (3/10).

Gatot mengatakan, selain perbaikan mutu, perbaikan cara penangkapan rajungan juga harus dilakukan supaya ketersediaan rajungan di alam bisa terjaga.

Nelayan, disebutnya harus mengikuti peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan nomor 56 tahun 2016 terkait peraturan tangkapan yang dibolehkan dan mengenai bagaimana mengelola atau mengeksploitasi dengan cara yang baik.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Pengelolaan Ranjungan Indonesia (APRI) Bambang Arif Nugraha menambahkan, saat ini Jateng telah memasuki zona kuning, sehingga jika penangkapan rajungan terus dilakukan dengan berlebihan, dikhawatirkan ketersediaan rajungan di alam akan habis.

“Kami takut eksploitasi atau pengakapan yang tidak bertanggungjawab akan membuat rajungan punah,” ujarnya.

Dia menyebutkan, ekspor rajungan di Indonesia di tahun 2017 juga terjadi penurunan sebagai imbas rajungan yang berkurang. Dari 19 juta kilogram di tahun 2016, turun menjadi 15.9 juta kilogram di 2017.

“Namun di sisi lain dari angka atau devisa meningkat yakni berkisar Rp 300.000 US$ di 2017 atau kalau di rupiahkan hampir Rp 5 triliun,” jelasnya.

Dia pun mengingatkan pentingnya untuk menjaga rajungan agar tak punah dan mengubah Jateng yang tadinya masuk zona kuning bisa ke zona hijau.

“Kita pertahankan yang kuning agar jadi hijau. Mari dipertahankan jangan sampai perlakuan salah di sektor hulu nanti bisa performance yang bagus jadi terganggu,” jelasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Bencana Semeru, ACT Jateng Dirikan Enam Posko Kemanusiaan di Semarang

SEMARANG - Upaya Penanganan fase tanggap darurat hingga pascabencana akibat erupsi Gunung Semeru terus dilakukan oleh tim Aksi Cepat...

Voters IMA 2021 Tembus 12 Juta

JAKARTA- Program penghargaan bagi musisi dan penikmat musik di Indonesia, bertajuk Indonesian Music Awards (IMA) 2021 masa voting sudah...

Dirut PLN : Siap Lanjutkan Tranformasi, Transisi Energi hingga Atasi Oversupply Listrik

 JAKARTA- Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo akan melanjutkan transformasi di segala lini untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan sehingga dapat...

17 Kantor Patra Niaga di Jateng DIY Wajibkan Aplikasi PeduliLindungi

SEMARANG - Tingkat kasus penularan virus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir memang telah menunjukkan grafik yang melandai. Kendati demikian,...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Penerimaan Pajak Jateng I Capai Rp 24 Triliun hingga November 2021

SEMARANG - Kinerja penerimaan Pajak Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I hingga tanggal 30 November 2021 tercatat adanya pertumbuhan...

Erick Thohir Tunjuk Darmawan Prasodjo Jadi Direktur Utama PLN

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021 memutuskan mengangkat dan menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda