one-stop-property-new

BPJS Kesehatan dan Kader JKN-KIS Sinergi Kepatuhan Pembayaran Iuran

0
one-stop-property-new

SEMARANG – Meningkatkan kolektibilitas pembayaran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), terutama dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), Kader JKN dari BPJS Kesehatan mendatangi warga kerumah peserta yang menunggak iuran guna terus meningkatkan kolektibilitas iuran BPJS Kesehatan.

Program pemberdayaan masyarakat melalui Kader JKN-KIS ini diluncurkan oleh BPJS Kesehatan sejak Oktober 2017. Latar belakang pekerjaan Kader JKN-KIS di Demak sangat beragam seperti guru, pedagang, hingga karyawan swasta. Untuk menjamin kapabilitasnya, Kader JKN-KIS harus melewati proses rekrutmen dan pembekalan sebelum ditugaskan.

Kader Jaminan Kesehatan Nasional atau lebih dikenal dengan Kader JKN adalah merupakan mitra BPJS Kesehatan. Jadi BPJS Kesehatan merekrut orang dengan klasifikasi tertentu, kemudian mendapat pelatihan singkat tentang program JKN. Tugas kami sebagai Kader cukup beragam antara lain, mewakili BPJS Kesehatan untuk mensosialisasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat disekitar kami. Kami juga wajib mengedukasi masyarakat misalnyamengingatkan pembayaran iuran, informasi tentang prosedur layanan kesehatan dan lain sebagainya.

“Selama tahun 2019, peran 65 Kader JKN di BPJS Kesehatan kantor cabang Semarang sudah sangat efektif dalam menjalankan fungsi fungsi sosialisasi (pemasaran sosial), perekrutan peserta, pengingat dan pengumpulan iuran BPJS Kesehatan,” ungkap Anthonius Ferry Selaku Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Selasa (13/8/19).

Dalam menjalankan fungsinya, kader JKN-KIS ini diberikan surat tugas yang dikeluarkan oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan. Selain itu, mereka juga dilengkapi dengan topi, rompi JKN- KIS dan tanda pengenal. Sehingga masyarakat perlu memperhatikan hal tersebut.

Sarno, Kader JKN-KIS di Kota Semarang menyampaikan kegiatan rutin sebagai Kader JKN-KIS seperti mengunjungi peserta binaan untuk mengingatkan pembayaran iuran, memberikan informasi tentang cara membayar iuran BPJS Kesehatan, dan channel pembayaran iuran, kemudian saya juga melakukan sosialisasi saat ada kegiatan arisan atau kegiatan di balai desa, membantu menyampaikan informasi kelengkapan administrasi apa saja yang dibutuhkan apabila ada yang ingin mendaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan nasional BPJS Kesehatan.

“Ditambah kami juga memberikan informasi apabila ada yang bertanya tentang cara mendapatkan layanan kesehatan di puskesmas/klinik/dokter (Faskes Tingkat Pertama) dan di Rumah Sakit (Faskes Tingkat Lanjut), Setiap 2 minggu, saya bertemu dengan Kader Desa lain di Kantor Cabang BPJS Kesehatan untuk mengevaluasi kegiatan apa saja yang telah kami kerjakan dalam 2 minggu ini dan kami mendapatkan pengetahuan/informasi terbaru dari BPJS Kesehatan terkait program-program JKN,” ucapnya.

Pihak BPJS Kesehatan berharap, mengingat Kader JKN merupakan perpanjangan tangandari BPJS Kesehatan dalam mencapai masyarakat, sehingga segala info prosedur pendaftaran, pembayaran dan pelayanan dapat diterima secara cepat dan tepat. (ZP/06)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan