NasionalBPS Jateng Bersiap Jelang Sensus Penduduk di 2020

BPS Jateng Bersiap Jelang Sensus Penduduk di 2020

-

- Advertisment -spot_img

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono saat memberikan keterangan pers di Kantor BPS Jateng, Senin (6/8).

SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mulai bersiap-siap menjelang kegiatan Sensus Penduduk di tahun 2020 mendatang.

“Sensus Penduduk 2020 tahap persiapan, kami tahun depan ada yang namanya gladi bersih menguji coba metodologi, menguji kuasioner dan sebagainya,” kata Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono, Kamis (9/8).

Sentot mengatakan, dari sekarang BPS Jateng juga mulai menyusun menajemen resiko dari segala kemungkinan yang terjadi dengan mengidentifikasi berbagai aspek yang dapat mempengaruhi hasil sensus.

“Menajemen resiko kita mengantisipasi kemungkian kesalahan dan ketidak konsistenan yang mungkin terjadi, kita antisipasi dari sekarang,” ujarnya.

Dijelaskan, kegiatan Sensus Penduduk membutuhkan persiapan yang panjang hingga 7 tahun, mulai uji coba tata cara, uji coba daftar pertanyaan, uji coba instrumen dan pemetaan lokasi desa dan lainnya.

Dia melanjutkan, saat ini ada beberapa apartemen yang tertutup ketika di sensus oleh petugas dan sekarang mulai diidentifikasi agar bisa menemukan cara yang tepat.

“Sekarang banyak apartemen yang tertutup, itu kan resiko. Bagaimana cara kita harus mengatasi hal itu akan kita petakan dulu, dan caranya nanti seperti apa,” terangnya.

Ditambahkan, dengan perkiraan jumlah penduduk Indonesia sekitar 265 juta jiwa, petugas sensus yang dibutuhkan bisa mencapai 1 juta petugas.

“Jawa Tengah baru kita petakan potensi-potensi yang misalkan nanti pakai android atau paper itu kan berbeda, nah sekarang kita sedang memetakan hal itu. Dan di sana akan berdampak pada kebutuhan petugas berapa nanti di Jawa Tengah,” ucapnya.

Sementara, lanjutnya, ke depan model sensus ada yang menggunakan sistem online maupun offline, sehingga masyarakat bisa mengisikan datanya dengan mudah.

“Semua harapannya bisa disensus. Nanti ada metode menggunakam gedget langsung tapi juga cara website, orang bisa ngisi offline dan online. Kita akan sosialisasi caranya, kita juga akan kerjasama dengan pelaku online supaya mereka bisa membantu sistemnya,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo

SOLO– PT. Indosat Tbk (Indosat Ooredoo), perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia, mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial pertama di...

Bea Cukai Semarang Amankan Rokok Ilegal

SEMARANG – Bea Cukai Semarang berhasil mengamankan jutaan batang rokok ilegal yang dibaurkan dengan rongsok botol plastik bekas di...

CCEP Salurkan Donasi Untuk Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana Di NTT

SEMARANG – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali memberikan donasi kepada masyarakat terdampak bencana di provinsi NTT melalui Badan...

Hotel Santika Pekalongan Tawarkan Menu Makan Sehat Tanpa Pengawet

PEKALONGAN - Makanan yang sehat tanpa  zat penyedap maupun pengawet mulai dilirik oleh sebagian masyarakat kita. Pola makan yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

LG PuriCare 360° Air Purifier Tawarkan Pembersihan Udara

*Inovasi Jangkauan Lebih Luas Melingkupi Ruang JAKARTA - PT. LG Electronics Indonesia (LG) mengumumkan dimulainya pemasaran air purifier (pemurni udara)...

Ganjar Kunjungi Pabrik Samator, Pastikan Stok Aman

KENDAL  – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo begitu serius untuk mengamankan pasokan oksigen untuk rumah sakit rujukan di Jawa...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda