Buka UKW PWI Jateng, Ganjar Pranowo Bilang Kredibel Itu Mahal

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka UKW PWI Jateng di Hotel Khas Semarang. (foto:ist)

SEMARANG, ZONAPASAR.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Jateng bersama SKK Migas Jabanusa di Hotel Khas Semarang, Rabu (24/8).

Dalam sambutannya Ganjar Pranowo menyampaikan berbagai fenomena perkembangan media mainstream ditengah maraknya viralitas informasi yang beredar di media sosial.

“Wartawan itu sekarang saingannya medsos. Viralisme sebagai sebuah ideologi suka atau tidak suka mesti ditelan, sehingga persoalannya pada etika dan kredibel itu mahal,” kata Ganjar Pranowo dalam sambutannya membuka UKW PWI Jateng di Hotel Khas Semarang, Rabu (24/8).

Ditengah tantangan yang dihadapi wartawan tersebut, Ganjar menegaskan bahwa peran wartawan yang penting dalam pemberi warna rumah Indonesia. Keakuratan dan kredibilitas wartawan dalam memberikan informasi menjadi ujung tombak perwujudan spirit nasionalisme dan patriotisme.

“Sebenarnya warna cat rumah Indonesia itu yang ngecat ya wartawan. Hari ini ada pesaingnya yaitu medsos di mana semua orang bisa memberi informasi dan citizen journalism berkembang,” katanya.

Ganjar menuturkan, banyaknya media yang ada saat ini membuat semua orang dapat menulis, memotret, dan semua bisa menjadi jurnalis bahkan membuat televisi sendiri tentunya bermodalkan kemauan. Meski demikian wartawan memiliki kelebihan karena memiliki kode etik jurnalistik sehingga masih mendapat kepercayaan dari masyarakat. Namun itu bisa berubah apabila kepercayaan dari masyarakat hilang.

“Artinya uji kompetensi wartawan menjadi penting karena di sana ada regulasi, etika, dan tata cara penulisan. Kredibilitas itu mahal dan kalau itu bisa dijaga maka rumah Indonesia dengan spirit nasionalisme dan patriotisme akan terbentuk,” tutur Ganjar.

Ganjar mengaku pernah menemukan media yang kurang memiliki kredibilitas karena apa yang ditayangkan tidak sesuai dengan fakta. Terlebih informasi itu dibuat tanpa adanya konfirmasi dengan atau wawancara dari pihak media kepada Ganjar.

“Kalau diberitakan beda biasanya saya langsung komplain. Saya kalau komplain langsung telepon Pemrednya agar semua jelas. Makanya ini kawan-kawan yang uji kompetensi, saya yakin di ruangan ini nilai-nilai itu akan ada sehingga lebih prudent,” ungkapnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berfoto bersama dengan peserta UKW dan pengurus PWI Jateng. (foto:ist)

Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan PWI Pusat, Hendro Basuki mengakui, di tengah melubernya informasi di banyak media, mulai ada kecenderungan arus balik ke media mainstream karena masyarakat membutuhkan akurasi tinggi untuk setiap informasi.

“Ketika wartawan berpegang etika jurnalistik, taat hukum pers, dan menulis berita dengan tepat dalam konteks terpenuhi aspek jurnalistik maka profesi ini masih akan bertahan. Terima kasih juga kepada Pak Ganjar yang selalu support untuk kegiatan seperti ini dan perhatian dengan pendidikan wartawan,” ujarnya.

Ketua PWI Jateng, Amir Mahmud, mengatakan UKW angkatan ke-35 ini diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari berbagai media di Jawa Tengah dan luar Jawa Tengah termasuk Papua. Kegiatan itu didukung juga oleh SKK Migas Jabanusa.

“Media sekarang berubah wujud sosok skizofrenia. Kadang kita berwujud sebagai malaikat karena berita yang baik tetapi juga menjadi iblis karena melanggar SARA dan kode etik karena mengejar ideologi viralitas. UKW ini menyatukan kompetensi teknis dan etis. Kecerdasan etika kita utamakan dengan pemahaman hukum pers dan kode etik. Martabat profesi kita (wartawan) ada pada sikap batin kita sendiri dan pada kecerdasan etika kita,” tandasnya.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa, Indra Zulkarnain dalam kesempatan ini menyampaikan bentuk dukungannya terhadap pelaksanaan UKW dengan PWI Jateng merupakan bagian dari sinergi dengan kalangan media.

“Kami punya kepentingan terhadap pemberitaan yang positif. Dengan kerjasama dengan media diharapkan ada dukungan berita yang positif juga,” tandasnya. (alkomari)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan