
SEMARANG – Kalangan media massa untuk memberikan kontrol atau pengawasan terhadap kinerja para anggota DPRD Jawa Tengah agar kebijakan yang dijalankan bisa sejalan dengan kepentingan masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto disela menerima audiensi dengan pengurus PWI Jawa Tengah di Gedung Berlian, Senin (14/12). Bambang Kusriyanto mengharapkan media massa tidak segan mengkritisi kinerja DPRD Jateng, terutama pada anggota dewan yang masih kurang maksimal.
“Jangan ragu. Jangan segan untuk memberikan kami masukan dan kritik membangun jika kami tak maksimal dalam menjalankan tugas,” kata Bambang Kusriyanto.
Hadir dalam acara tersebut Ketua PWI Jateng Amir Machmud, Sekretaris Setiawan Hendra Kelana, dan sejumlah pengurus PWI Jateng. Tidak banyak pengurus PWI Jateng yang ikut audiesia tersebut, lantaran manjalankan protocol kesehatan Covid.
Pria yang akrab disapa Bambang Kribo tersebut ini menyatakan, memang seharusnya media melakukan kritik dan masukan kepada semua pihak termasuk DPRD. Meski begitu, harus dilakukan dengan fair. Yang diberitakan tidak hanya negatif, capaian kinerja anggota dewan yang positif juga diberitakan.
Meski begitu, dia mengaku menyadari kondisi tersebut. Sebab, bertindak disiplin dan berkinerja bagus merupakan suatu kewajiban bagi anggota dewan.
Menurutnya, setiap kebijakan yang baik harus didorong. Media juga perlu ikut memberitakan. Tetapi, jika ada kebijakan yang dinilai tidak sesuai, maka harus dikritisi.
“Pada era keterbukaan ini, DPRD Jateng telah berkomitmen mengusung paradigma baru. Salah satunya adalah berlaku bersih dan transparan. Setelah dilantik, anggota DPRD Jateng periode 2019-2024 memulai bertugas dengan membuat pakta integritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” terangnya.
Paradigma baru DPRD Jateng juga diwujudkan dengan menggelar Rapat Badan Anggaran (Banggar) secara terbuka. Bukan lagi rapat yang terkesan sakral dan selalu tertutup. Disamping itu, seluruh jalannya rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tersebut direkam kamera video.
Harapan Bambang Kribo, keterbukaan ini terus berlanjut. Sebab, dana yang dibahas adalah dananya masyarakat. Media dan masyarakat bisa langsung mengawasi. Juga mengkritik dan memberi masukan jika dewan berbuat salah.
Sementara Ketua PWI Jateng Amir Machmud mengatakan audiensi dilakukan karena antara pihaknya dengan DPRD Jateng memiliki visi yang sama bagi kemajuan Jateng. Diantaranya dalam memberikan informasi dan pencerahan bagi masyarakat Jateng.
“Pak Bambang ini salah satu bapaknya wong Jateng. Kami perlu mendengar masukan beliau,” kata dia. (ZP/01)
