Ganjar Gagas Buku Inovasi Desa dari Jateng

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

SEMARANG- Banyaknya terobosan yang lahir dari desa, membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bertekad untuk mengumpulkan inovasi dari seluruh desa di wilayahnya dan dijadikan sebuah buku.

Buku inovasi desa semacam itu, kata Ganjar, memang telah ada yang diinisiasi oleh Dirjen Anggaran. Namun, penyusunan buku inovasi desa khusus di Jawa Tengah tetap dirasa penting. Tentu yang akan berperan nantinya adalah para pendamping desa.

“Kita mau yang lebih original dan muncul dari para pendamping. Kalau mereka mengumpulkan seluruh inovasi yang ada setiap desa, problem yang ditemukan dibahas mereka. Lalu masing-masing ada solusi yang diberikan. Ini akan menjadi pelajaran yang sangat baik untuk desa yang lain,” kata gubernur, Senin (19/11).

Dia lantas memberi contoh solusi perekonomian yang dilakukan di salah satu desa di Sragen. Terdapat kampung yang mengelola bisnis dengan memberdayakan para TKW usai mereka pulang dari tanah rantau. Penghasilan mereka per bulan mencapai Rp 2,5 juta. Jika hal tersebut dituangkan dalam bentuk tulisan, enterpreneur di tingkat desa bisa dimunculkan di tempat lain, termasuk membuat usaha di level desa seperti BUMDes.

“Kita harapkan best practice-nya itu kita tularkan dan kita perintahkan seluruh desa yang lain agar bisa. Misalnya, soal perencanaan, perencanaan yang baik itu melibatkan partisipasi maka model penyerapannya harus seperti ini, monevnya harus seperti ini, pelaksanaannya harus seperti ini. Maka itu akan bisa dijadikan standar yang berlaku di semua desa, termasuk sistem informasinya,” ujar mantan anggota DPR RI ini.

Dengan pemikiran seperti itu, gubernur yakin langkah para pendamping desa di Jawa Tengah bakal dijadikan percontohan nasional. Ganjar pun menyiapkan sejumlah hadiah bagi lima inovasi terbaik.

“Maka detailnya saya ingin mereka bercerita satu lembar saja, nanti kita kumpulkan agar jadi buku. Kami kasih hadiah,” katanya.

Saat ini inovasi yang lahir dari desa di Jawa Tengah cukup banyak dan beragam sektor, dari wisata, perpustakaan, bisnis termasuk pembenahan birokrasi di level desa. Dari sektor pariwisata, Umbul Ponggok di Klaten masih jadi primadona. Namun ada juga dari sektor olahraga yang dilakukan oleh pemerintah desa Wonosalam Demak. (ZP/07)