Gubernur BI Buka FESyar ke-2 di Semarang 2018

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, tengah menabuh lesung yang didatangkan langsung dari Musium Masjid Agung Demak, pada pembukaan FESyar di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu (2/4).

SEMARANG- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo membuka langsung kegiatan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) regional Jawa ke-2 di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu (2/5).

Agus Martowardojo mengatakan, sangat bersyukur Bank Indonesia dengan dukungan berbagai pihak terkait, dapat menyelenggarakan FESyar di wilayah Jawa, yang merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Festival Ekonomi Syariah Indonesia (FESI) ke-5 di Surabaya pada akhir tahun
2018 ini.

“Dalam rangkaian kegiatan FESyar ini, kami menyelenggarakan berbagai program edukasi dan sosialisasi yang merupakan salah satu langkah nyata Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah diharapkan dapat mendorong dan mendukung pertumbuhan dan ketahanan perekonomian, baik di daerah maupun secara nasional,” kata Agus Martowardojo.

Dijelaskan, Ekonomi dan keuangan syariah bukanlah merupakan suatu konsep yang
eksklusif yang hanya ditujukan untuk umat Islam, namun merupakan suatu konsep yang inklusif yang secara aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian. Nilai-nilai ekonomi syariah menjunjung tinggi keadilan, kemaslahatan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya titipan Allah SWT.

“Nilai-nilai ekonomi syariah ini kemudian diturunkan dalam prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah. Dalam prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah, harta didorong agar dapat dimanfaatkan dalam
aktivitas perekonomian untuk mencegah terjadinya penumpukan harta,” sambungnya.

Selain itu, kata dia, kegiatan ekonomi juga dilakukan dengan mengoptimalkan
prinsip berbagi hasil dan berbagi risiko, mendorong partisipasi sosial untuk
kepentingan publik, menjunjung transaksi muamalah yang adil dan transparan, serta transaksi keuangan yang didasarkan pada transaksi di
sektor riil.

Ia menambahkan, Fesyar telah dimulai pada tahun 2017 yang lalu di Makassar, Bandung, dan Medan. Dan pada tahun
2018 ini rangkaian Fesyar dimulai di regional Jawa di Kota Semarang, dan selanjutnya akan dilakukan di Lampung untuk regional Sumatera dan Lombok untuk wilayah Indonesia timur.

“Fesyar yang akan dilakukan untuk kedua kalinya ini merupakan kelanjutan dari
Fesyar pertama pada tahun 2017 yang lalu sebagai peletak dasar gerakan
pengembangan, edukasi, dan sosialisasi ekonomi dan keuangan syariah
regional,” ucapnya.

Ia melanjutkan, Pada Fesyar regional Jawa mengambil tema “Peningkatan Peran Pesantren dan Industri Halal dalam Pengembangan Ekonomi Syariah” sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan Jawa sebagai poros pemberdayaan ekonomi syariah regional, seperti yang telah dicanangkan pada tahun sebelumnya.

Ia berharap agar komitmen dan sinergi yang telah dibangun oleh Bank Indonesia dengan otoritas dan lembaga terkait
lainnya baik di tingkat Pusat maupun Daerah mendapatkan dukungan penuh dari para pelaku industri, akademisi, dan dari masyarakat luas pada umumnya.

“Dengan mengharapkan keridhoan dari Allah SWT, semoga kita semua dapat bersama-sama membangun sistem ekonomi Indonesia yang sehat, inklusif, mandiri dan tangguh, dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur dan bersumberkan ajaran Islam, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan landasan filosofis negara tercinta ini,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here