Halaqoh MUI Jateng, Saatnya Smartphone Berisi Pitutur Agama

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji (kanan) saat memberikan keterangan pers

Semarang – MUI Jateng bekerja sama dengan Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla), Semarang, akan menggelar halaqoh ulama bertema Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Millenial, pada 11-12 Juli 2018. Pembukaan dan keynote spech dilaksanakan di Auditorilum Lt 10 GKB Unissula dan Halaqoh di Hotel Grasia Semarang.
Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji Msi, kepada pers, Selasa (3/7/2018) mengatakan dakwah di era millenial tak cukup hanya lewat tatap muka tetapi saatnya harus mampu merambah menembus dunia maya anak-anak generasi millenial. Kepribadian mereka harus diselamatkan dari sisi negatif smartphone.
“Keberadaan smartphone bisa berdampak negatif namun juga positif. Gagasan halaqoh diilhami oleh perkembangan teknologi informasi yang melahirkan generasi millennial,” katanya.

Menurut dia, cara dakwah agama memang tidak monoton berupa tatap muka, ada cara lain, yaitu mampu menembus dunia digital yang situs-situsnya banyak diakses melalui smartphone. Inovasi yang harus dilakukan bagaimana pengguna smartphone yang didominasi generasi millenial dapat mudah mengakses situs pitutur agama dengan kemasan yang segar, menarik sehingga disukai generasi millenial.
“Lompatan dakwah seperti ini yang harus kita lakukan, agar anak zaman Now tertarik tertarik mengakses situs pendidikan agama, sebagai penyeimbang situs-situs berbahaya yang berpotensi merusak generasi millenial kita,” papar dia.
Ditambahkan Darodji, anak-anak itu memiliki karakteristik yang khas, diantaranya adalah setiap tahun berganti smartphone dan internet agar dapat terkoneksi di manapun. Eksistensi sosial ditentukan dari jumlah follower dan like dan punya tokoh idola.
Afeksi pada genre musik dan budaya pop yang sedang hype, ikut latah #hashstag ini #hashtag anu, pray for ini dan anu yang serba kekinian dan tidak ada habisnya hingga orang tua kebingungan mengikuti.
“Sehingga dakwah Islamiyah pun semakin mendapatkan tantangan yang cukup besar sekaligus sebagai peluang yang harus dioptimalkan agar tidak ketinggalan momentum. Maka era millennial harus disikapi serius oleh para ulama melalui peluang dan tantangan dakwah,” terangnya.
Ketua Panitia Sarjuni, SAg menambahkan, rencana halaqoh dibuka Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin. Sejumlah pembicara antara lain, ulama sepuh KH Maimun Zubair (Pengasuh Ponpes Al-Anwar, Sarang), Gus Qoyyum (Pengasuh PP An Nur Lasem), Kapolda Jateng Irjen Pol Chondro Kirono, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis PhD, H Pery Umar Farugh (Pegiat Media Sosial Jakarta).
Tampil pula Prof Masdar Hilmy PhD (akademisi/Rektor UIN SA Surabaya), Dr H Mukhlis Hanafi MA (Kepala Lajnah Pentashih Mushaf al-Qur’an), Prof Dr H Ahmad Rofiq (MUI Jateng/akademisi), Dr KH Fadholan Musyaffa’ (MUI Jateng), Drs H Ali Mufiz MPA (Ketua Dewan Pembina YBWSA).
Peserta sekitar 150 ulama terdiri pengurus MUI Provinsi, MUI kabupaten/kota, kiai khos pengasuh pondok pesantren dan akademisi. Halaqoh diawali deklarasi para ulama untuk meneguhkan dakwah Islam di tengah era millennial. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here