Indahnya Curug Gondoriyo, Wisata Air Terjun Bercahaya di Semarang

Curug Gondoriyo di Ngaliyan, Semarang begitu indah dengan semburat cahaya warna-warni saat malam/ist.

SEMARANG – Berkunjung ke Kota Semarang tidak lengkap rasanya apabila belum menjelajah sejumlah wisata yang ada. Satu diantaranya yang patut dikunjungi adalah wisata air terjun malam hari di Curug Gondoriyo.

Air terjun yang terletak di Kelurahan Gondoriyo, Dusun Karang Joho, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang ini didesain khusus penuh gemerlapan cahaya dengan lampu warna-warni di sekitarnya, Curug Gondoriyo menyajikan pemandangan eksotik saat malam hari.

Pengunjung yang ingin melihat air terjun bercahaya tersebut, cukup menuruni tangga 200. Sepanjang perjalanan pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan penuh warna warni cahaya dan air terjun yang tak biasa. Air terjun ini dibuka pukul 09.00-17.00 WIB dan 19.00-23.00 WIB.

Air yang turun dari ketinggian sekitar 20 meter tersebut memunculkan gemerlap cahaya. Dipastikan, tangan pengunjung bakal gatal tak sabar untuk ber-selfie.

“Asyik dan menyenangkan,” kata salah seorang pengunjung, Adi Prakosa (26).

Pengunjung yang datang bersama dua temannya dari Demak, Jawa Tengah itu mengaku sengaja datang ke destinasi anyar Semarang ini untuk melepas penat setelah hampir satu minggu bekerja.

“Sudah dua kali ke sini buat melepas lelah saja. Asyik melihat air yang terjun itu berganti-ganti warna. Apalagi saya suka foto,” ujarnya.

Air terjun malam Curug Gondoriyo sendiri resmi dibuka pada tanggal 9 Februari 2019 lalu. Sejak itu, antusias pengunjung tak pernah sepi, terutama pada saat libur akhir pekan.

Biaya masuk terbilang murah, cukup Rp 5.000 untuk tiket masuk, dan parkir Rp 2.000. Kalau perut mulai lapar juga tidak usah khawatir, karena makanan khas Nasi Bleduk ditambah Wedang Sinom siap memanjakan lidah pengunjung.

Salah satu spot foto yang menarik di area Curug Gondoriyo/ist.

Anggota Kelompok Sadar Wisata Gondoriyo, Arifin mengatakan, pihaknya bersama warga dan pemuda bekerja keras memoles dan memperindah sejumlah sarana yang ada.

“Sebelumnya air terjun ini belum terungkap dan belum tergarap. Maka kami berusaha menghadirkan apa yang menjadi potensi agar menarik wisatawan,” katanya.

Selain air terjun, di sekitar lokasi dilengkapi spot-spot untuk berswafoto yang menarik bagi kalangan muda. Seperti jembatan comblang dengan hiasan atapnya berupa payung warna-warni. Di sini pengunjung juga bisa bersantai bersama keluarga di gubuk patemon.

“Juga bisa berendam di air pemandian Kali Anyes, yang airnya tidak bakal mati walaupun musim kemarau,” ujannya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here