Jateng Rencanakan Bangun Empat Kawasan Industri Baru di Daerah Ini

SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merencanakan pembangunan empat kawasan industri baru untuk mendongkrak investasi. Rencananya, Pemprov Jateng akan membangun kawasan industri di Kabupaten Brebes, Rembang Kebumen, dan Cilacap.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Jateng Arief Djatmiko mengatakan, pihaknya sudah memberikan rancangan pembangunan kawasan industri di empat titik tersebut ke DPRD Jateng.

“Kami sudah menyerahkan rancangan pembangunan empat kawasan industri ke DPRD Jateng untuk dikaji ulang apakah melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sudah ditetapkan,” kata Arief, Selasa (22/1).

Dikatakan, Pemprov memilih empat lokasi tersebut bertujuan untuk menjaring investor dari segala arah, sehingga investasi di Jateng semakin meningkat. Arief mencontohkan, untuk Brebes sekarang sudah berkembang pesat sejak adanya jalan tol Trans Jawa.

Sedangkan untuk Rembang, juga memiliki daya tarik tersendiri khususnya untuk investor dari Jawa Timur yang ingin berinvestasi di Jateng. Sementara Kebumen dan Cilacap bisa menjaring investor dari selatan Jawa.

“Menurut kami empat daerah tersebut memiliki potensi yang masing-masing untuk menarik investor, sekarang tinggal menunggu dari DPRD berapa anggaran yang akan dikucurkan apakah tidak melanggar RTRW yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Disebutnya, selama ini Pemprov Jateng sudah berhasil mengembangkan kawasan industri di Kabupaten Demak, Semarang dan Kendal. Dia berharap, empat kawasan industri yang akan dibangun nanti bisa dongkrak investasi Jateng.

Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng mengandalkan sektor energi dan infrastruktur menarik banyak investor untuk mencapai target investasi yakni Rp 54 triliun.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo menuturkan, sektor energi akan didorong oleh Pemprov untuk menarik investor. Menurutnya, adanya pembangunan PLTU di beberapa daerah akan dimanfaatkan sebaik mungkin.

Dia menyebutkan, sepanjang tahun 2018 ada 35 Pemilik Modal Asing (PMA) dan 36 Pemilik Modal Dalam Negeri (PMDN) yang berinvestasi di Jawa Tengah.

“Energi tahun ini menjadi andalan kami, sebab pembangunan PLTU di Kabupaten Batang sudah capai 57% dengan kapasitas 2×1000 megawatt yang rencananya akan selesai pada 2020 nanti. Kami harap dengan adanya PLTU ini akan menarik investor sebanyak mungkin,” ujarnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here