Pemkot Semarang Tidak Akan Bangun Kawasan Industri Lagi, Ini Alasannya

one-stop-property-new

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tidak akan lagi melakukan penambahan kawasan industri baru di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Evaluasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Novianti Wahyuni mengatakan, jika masih melakukan pembangunan kawasan industri, maka akan terjadi overload sehingga masyarakat justru akan menjadi tidak nyaman.

“Saat ini Pemerintah Kota Semarang tidak menambah lagi pembangunan indutri. Kita memaksimalkan industri yang sudah ada saja,” katanya, Jumat (23/8/19).

Pemerintah Kota Semarang akan lebih fokus membangun dan mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Semarang. Saat ini dari 30% ruang terbuka hijau yang ditargetkan oleh pemerintah pusat, Semarang telah mencapai 26%.

“Alhamdulillah kita melampui target minimal dari Mentri Pekerjaan Umum (PU) sebesar 20 persen. Sementara Kota Semarang telah sampai 26 persen ruang terbuka hijaunya,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, beberapa tahun terakhir Pemkot Semarang justru mendorong agar dilakukan pembangunan industri di daerah-daerah tetangga seperti Kendal, Demak dan Ambarawa.

Adapun saat ini di Kota Semarang telah ada sejumlah kawasan industri yakni kawasan industri BSB, Wijaya Kusuma, Kawasan Industri Candi, Kawasan Industri Genuk dan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Pedurungan.

“Itu merupakan komitmen kita untuk mengembalikan atau memfungsikan kembali ruang terbuka hijau yang ada di Kota Semarang,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here