Kecil-Kecil Cabe Rawit dari SD Holistik Daarul Muwahidin

Istimewa

SEMARANG – Setiap anak dilahirkan memiliki kelebihan dan kekurangan serta potensi masing-masing. Terkadang potensi tersebut tersembunyi dibalik tingkah polahnya yang tidak biasa.

Seperti Xavi Abdullah Conrad Fahd siswa kelas 1 SD Holistik Daarul Muwahidin, misalnya. Putra pasangan Atelit Kurniawan dan Yustina Tri Lestari yang tinggal di Sinar Bukit Asri Sendangmulyo Tembalang yang lahir 22 November 2010, adalah bocah hiperaktif dan susah tidur.

Namun, dibalik sifatnya yang hiperaktif ini, tersimpan potensi besar sebagai atlet Taekwondo. Bahkan di usianya yang masih belia, Xavi berhasil menjadi juara pertama dalam Turnamen taekwondo, tingkat nasional bertajuk Kapolri Cup 2018 di kelas Pra Cadet B Putra, yang diselenggarakan pada Tanggal 14-16 September 2018 di GOR POPKI Cibubur Jakarta Timur.

Keberhasilan, Xavi tidak hanya membawa nama baik kedua orang tuanya, namun juga sekolah serta dojang dimana Xavi menimba ilmu.

Atelit Kurniawan ayah Xavi mengaku, taekwondo yang saat ini digeluti anaknya awalnya hanya sebagai terapi untuk sang buah hati, yang hiperaktif dan susah tidur. “Setelah konsultasi dengan sekolah akhirnya diterapi dengan kegiatan olahraga renang, taekwondo, serta sepak bola,” ceritanya.

Meski pada awalnya hanya untuk terapi saja, namun setelah belajar di Dojang ternyata Xavi mulai menunjukan bakatnya di bidang olah raga tersebut. Bahkan saat ada kejuaraan antar Dojang Xavi juga pernah berhasil menjadi juara 2 dikategori usia 7 tahun.

Bakat yang dimiliki oleh Xavi ternyata tidak luput dari pengamatan sang pelatih di Dojang SSP Majapahit. Xavi yang awalnya hanya latihan 1x seminggu sejak menang di Ngaliyan, oleh pelatihnya diminta mengikuti jadwal pelatihnya yang kebetulan melatih di 4 dojang yakni Dojang Simongan, Manunggal Jati dan Sumurboto.”Untuk mengasah kemampuan, sering mengikuti kegiatan sparring non kompetisi antar dojang,” imbuhnya.

Menurut sang ayah, Xavi baru benar-benar menekuki taekwondo secara intensif baru empat bulan terakhir ini. Saat ini Xavi, belajar di SSP Majapahit dengan fokus latihan pada penguasaan Pomse (jurus taekowndo), kemudian mengikuti latihan Kyorugi (pelatihan fight face to face) di Dojang Simongan.

“Baru bulan ini kemudian mengikuti event Nasioan Kapolri Cup mewakili Dojang Manunggal Jati, dan Alhamdulillah berhasil menjadi pemenang,” ujarnya seraya mengucap syukur.

Meski saat ini aktif di taekwondo, orangtua Xavi tetap mengarahkan anak untuk mengenal Aqidah Islam dan memiliki pendidikan yang layak meskipun memiliki bakat di bidang Taekwondo , sehingga oleh mereka disekolahkan di SD ISlam Holistik Daarul Muwahidin yang beralamat di Gendong Raya 12 Mangunharjo.

“Karena di SDIH DM, anak-anak mendapatkan kesempatan yang sama dan didukung perkembangannya,” ucapnya. (ZP/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here