Kemenkominfo RI dan DPR RI Gelar Wayang Kulit untuk Kampanye Lawan Hoaks

 

Sukoharjo – Berita hoaks makin menjadi jadi. Berita yang tidak benar itu tentu lebih banyak berdampak negatif.
Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI, punya cara jitu untuk mengkampanyekan gerakan anti hoaks. Salah satunya dengan menggunakan media kesenian lokal di seluruh daerah di Indonesia.
Seperti yang dilakukan di Sukoharjo Kamis (21/6) malam. Kemenkominfo RI bersama DPR RI dan didukung Komunitas Muda Pengagum Bung Karno menggelar wayang kulit dengan lakon Satria Kusuma Bangsa. Wayang kulit semalam suntuk digelar di Lapangan Desa Makamhaji, Kartasura. Ratusan warga memadati lapangan itu hingga pertunjukan rampung.

Pertunjukan diawali dengan serah terima tokoh wayang Gatotkaca oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto didampingi Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya kepada dalang kenamaan Ki Anom Suroto.

Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Kemenkominfo RI, R Niken Widiastuti mengatakan meningkatnya dinamika masyarakat dalam menggunakan media sosial (medsos) di era digital akhir – akhir ini perlu diberikan pemahaman dengan literasi budaya lokal agar tak menyalahgunakan lima manfaatnya. Salah satunya dengan pertunjukan wayang kulit.

“Tujuannya, agar kemajuan teknologi terutama bagi pengguna medsos tidak menyalahgunakan manfaatnya untuk menyebar hoaks atau ujaran kebencian yang ujungnya bisa menimbulkan perselisihan dan perpecahan diantara masyarakat,” terang saat memberikan sambutan.

Sedang Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul, anggota Komisi I (Pertahanan, Intelejen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika) DPR RI menambahkan gelar wayang kulit ini sekaligus juga untuk memperingati Haul Bung Karno ke 48.

“Dengan gelar pertunjukan wayang, kan, lebih mudah mengumpulkan masyarakat untuk diberi informasi tentang bahayanya menyebar berita hoaks, tanpa ada kekhawatiran terjadi perkelahian. Mungkin akan berbeda kalau kita menggunakan sarana pertunjukan musik misalnya, dangdut. Pasti ada potensi ributnya sehingga informasi yang disampaikan akan sulit diterima,” imbuh Bambang. Pertunjukan makin meriah dengan dibagikan doorprise dua unit sepeda motor. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here