Kentang Dieng Awet Sampai 6 Bulan

Salah satu pengunjung yang hendak membeli kentang langsung dari petani di Desa Sembungan Dieng.

DIENG – Kawasan Wisata Dieng Kabupaten Wonosobo selama ini dikenal dengan hasil pertaniannya, yakni penghasil kentang. Petani yang bercocok tanam kentang tersebut sebagian besar berada di Desa Sembungan.

Tercatat ada sebanyak 350 kepala keluarga yang tinggal di Desa Sembungan yang memiliki desa tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Abdul Wahid, salah satu anggota Pokdarwis Desa Sembungan menuturkan, meski termasuk  daerah objek wisata, namun mata pencaharian utama masyarakat Sembungan adalah bertani.
“Disini kalau hanya mengandalkan wisatawan yang datang tidak cukup mas, yang utama ya pertanian ini,” tuturnya.
Dan meski ada hasil perranian lainnya, kentang merupakan hasil utama dan andalan bagi masyarakat Sembungan.
“Kentang dari Dieng ini kualitasnya paling bagus mas dibandingkan kentang daerah lain, makanya kentang dari sini banyak yang terjual sampai Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor dan kota besar lain,” jelasnya.
Abdul Wahid menjelaskan alasan kentang Dieng disukai dan banyak terserap ke pasar kota besar tersebut karena ketahanan kentangnya. “Kentang Dieng ini bisa tahan sampai 6 bulan mas, soal ketahanan ini kentang sini paling lama ketahanannya,” imbuhnya.
Setiap hari sekitar 5-6 ton kentang dari Dieng terserap ke pasar di kota-kota besar tersebut. “Kalau daerah Jawa Tengah ya ada yang terjual di pasar seperti Bandungan Kabupaten Semarang, Wonosobo, Purwokerto dan Yogyakarta,” terangnya.
Harga kentang sendiri saat ini di tingkat petani sekitar Rp5.000 – Rp6.500 per kg. Sedangkan sampai di pasar pasar bisa lebih dari harga tersebut. (ZP/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here