Kloter Pertama Berangkat 17 Juli, Jamaah Haji Agar Waspada Suhu Udara Tinggi Tanah Suci

Sebanyak

 

PARA jamaah haji Indonesia disarankan untuk membawa bekal yabg cukup,  utamanya ilmu tentang tata cara pelaksanaan haji dan umrah.

Semarang – Jamaah haji Indonesia tahun 1439 Hijriyah (2018) akan mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada Selasa, 17 Juli 2018. Embarkasi SOC Solo, pada hari itu akan memberangkatkan empat kloter.

“Keberangkatan mereka akan dibagi dalam dua gelombang penerbangan,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengatakan gelombang pertama akan menuju Madinah pada 17-29 Juli. Gelombang kedua berangkat ke Jeddah mulai 30 Juli sampai 15 Agustus.

“Fase kepulangan jamaah juga dilakukan dalam dua tahap. Pertama dilakukan dari Jeddah pada 27 Agustus-8 September. Sementara gelombang kedua dipulangkan dari Madinah di 9-26 September,” katanya.

Sementara  Pimpinan Biro Haji Khusus dan umroh PT Mastour Cabang Semarang H Jumadi Sastradihardja mengingatkan kepada seluruh jamaah haji Indonesia agar mempersiapkan bekal yang cukup sebelum meninggalkan tanah air, agar semua ibadah yang dilakukan di tanah suci bisa terlaksana dengan baik. “Bekal yang perlu disiapkan tidak hanya materi, yaitu uang, namun yang terpenting adalah kesehatan dan ilmu, ilmu tentang tata cara melaksanakan ibadah haji dan umrah,” kata Jumadi di kantornya Gajahmada Plaza A-19 Simpang Lima Semarang (13-7)

Paket Umrah bersama PT Mastour

Menurut Jumadi, selama bulan Juli, Agustus dan September cuaca tanah suci Mekah dan Madinah sangat panas. Tahun 2017 kemarin mencapai 55 derajat selsius.   Suhu tahun ini juga diprediksi sampai angka itu. Dengan kondisi panas seperti itu maka jamaah asal Indonwsia akan merasa kepanasan dan rentan sakit.
“Mari jaga kesehatan. Diantara dengan makan dan minum yang cukup. Menu dan rasa masakan di Arab berbeda dengan di Indonesia, namun harus tetap dimakan. Harus dipaksa untuk mau makan. Jangan sampai perut kosong. Perbanyak minum air putih utamanya air zam zam. Dan terpenting lagi adalah jangan bosan berdoa memohon kesehatan, kelancaran dan kemudahan dalam beribadah,” tegasnya.

 

Sementara itu, pada musim haji tahun 2018 ini, PT Mastour memberangkatkan  jamaah haji sebanyak 86 orang. Saat ini, para jamaah sedang mengikuti manasik haji. Disisi lain, selain mempersiapkan keberangkatan mereka, PT Mastour juga membuka pendaftaran untuk ibadah umrah setelah musim haji.
Gelombang pertama umrah PT Mastour akan berangkat pada awal Oktober 2018, yakni paket umrah plus ziarah ke Masjid Al Aqsa Pelastina. Lama perjalanan selama 14 hari dengan biaya Rp 45 Juta all in.
“Setelah kemarin sempat ditutup beberapa bulan, kini masjid Al Aqsho bisa dikunjungi umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Insyaallah aman,” terangnya.

Sama seperti tahun- tahun kemarin, PT Mastour juga sudah merencanakan paket ibadah umrah dengan harga berbeda beda dalam setiap pekan.

Bulan November 2018 telah direncanakan program umrah istimewa, yakni umrah empat miqat dengan dua kali sholat Jumat. Artinya, jamaah bisa melaksanakan umrah hingga empat dengan miqat berbeda beda, yaitu dari Bir Ali, Hudaibiyah, Ji’ronah dan  Qornul Manazil.
“Untuk sholat jumat dua kali, yakni di Madinah sekali di Mekah sekali. Tentu menjadi hal sangat mengesankan karena akan bisa menjalankan sholat Jumat di Mekah dan Madinah,” katanya. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here