Komisaris dan Direksi PT KAI Cek Jalur Angkutan Natal dan Tahun Baru di Semarang

Komisaris PT KAI, Freddy Haris (kiri) dalam kegiatan inspeksi di Daop 4 Semarang untuk melihat kesiapan menjelang masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

SEMARANG- Jajaran Komisaris dan Direksi PT KAI melakukan inspeksi ke Daop 4 Semarang untuk melihat kesiapan menjelang masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

Jajaran Komisaris dan Direksi PT KAI tiba di Stasiun Semarang Tawang sekitar pukul 16:00 WIB. Kereta Inspeksi sempat berhenti di Stasiun Cikampek, Cirebon dan Tegal. Adapun yang menjadi objek inspeksi ini diantara kondisi kebersihan stasiun, fasilitas layanan penumpang, persinyalan, jalur rel dan kesiapan para personil di Iapangan.

Turut hadir pada kegiatan ini dari Jajaran Komisaris PT KAI yakni Riza Primadi, Freddy Haris dan Cris Kuntadi. Sementara jajaran Direksi PT KAI yang ikut diantaranya Direktur Operasi PT KAI, SIamet Suseno Priyanto, Direktur Prasarana PT KAI, M. Nurul Fadhila, Direktur Sarana PT KAI, Azahari, dan Direktur Keselamatan & Keamanan PT KAI, Apriyono Wedi Chresnanto. Sedangkan dari pihak PT KAI Daop 4 Semarang, hadir Executive Vice President Daop 4 Semarang, Yosita dan Deputy EVP Daop 4 Semarang, Asdo Artiviyanto.

“Alhamdulillah dari Jakarta hingga Semarang persiapan bagus sekali. Di daerah yang rawan pun sudah diantisipasi,” ujar Direktur Operasi PT KAI, SIamet Suseno Priyanto di Stasiun Tawang Semarang, Rabu (12/12).

Pada kegiatan inspeksi ini, dari 44 stasiun operasional PT KAI Daop 4 Semarang yang memiliki jalur sepanjang 656 KM yang terbentang dari Tegal – Cepu – Gundih ditemukan enam titik rawan bencana. Enam titik yang menjadi kewaspadaan dan dijaga selama 24 jam tersebut diantaranya 1 titik antara Stasiun Plabuan, Stasiun Krengseng, 3 titik diantara Stasiun Plabuan Stasiun Kuripan, 1 titik diantara Stasiun Kuripan -Ujungnegoro dan 1 titik antara Semarang Tawang Alastua.

“Di Semarang ada enam titik yang diwaspadai, dan PT KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan strategi manajemen resiko bernama ”AMUS” (Alat Material Untuk Slaga). AMUS ini diantaranya berupa penyiapan alat pemelihara rel jenis MTT, batu balas, bantalan rel, paslir karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel, dan para personil perawatan prasarana yang siap 24 jam di titik-titik yang telah ditentukan,” ujarnya.

Disebutnya, PT KAI Daop 4 Semarang juga telah melakukan antisipasi dengan menyiagakan personil perawatan prasarana jalur rel berupa tenaga flying gank. Petugas PeniIik jalan (PPJ) Ekstra, Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra, dan petugas posko daerah rawan di sepanjang Iintasan KA di wilayah Daop 4 Semarang untuk memantau apabila terjadi rintang jaIan atau peristiwa Iuar biasa (PLH) yang bisa menghambat perjalanan KA. Total sebanyak 183 petugas disiagakan dengan rincian 85 personel PPJ Ekstra, 84 personel PJL Ekstra, dan 14 personal posko daerah rawan.

“Selama angkutan Nataru, Daop 4 Semarang telah menyiapkan 173 personel keamanan yang terdiri dari 99 personel Polsuska (keamanan internal KAI), 4 personel Pawang K-9 untuk mengoperasikan 2 unit K-9, dan 70 personel TNI/Polri. Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek panting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta,” terangnya.

Komisaris PT KAI, Riza Primadi mengemukakan, pihaknya yang bertugas mengawasi jalannya masa angkutan Nataru ini menemukan bahwa persiapan dari direksi dan jajarannya sudah cukup siap, bahkan sudah dipersiapkan dengan sangat baik.

“Kita harapankan hujannya tidak terlalu lebat, tapi semua sudah dipersiapkan dengan baik. tanggal 20 Desember bulan purnama, kemungkinan bisa rob, namun sudah dicoba antisipasi, mudah-mudah lancar,” terangnya.

Sementara, pada masa angkutan Nataru di transportasi kereta api yang akan di mulai dari tanggal 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019, di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang diprediksi volumenya bisa mencapai jumlah total 394.958 penumpang atau naik 4,8 % dibanding masa angkutan Nataru tahun lalu sebanyak 376.849 penumpang. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here