Kue Mochi Semarang Oleh-oleh Khas yang Wajib Dibawa Pulang

SEMARANG – Berburu oleh-oleh khas daerah saat Lebaran sudah menjadi kewajiban tersendiri. Di Semarang kue moachi atau mochi masih menjadi primadona untuk dibawa sebagai buah tangan bagi pemudik.

Jika pemudik yang singgah atau sedang berada di Semarang, untuk mendapatkan mochi yang gurih, lembut, dan legit khas asli Semarang, bisa mampir di Toko Oleh-Oleh Mochi Gemini Kentangan, merupakan mochi legendaris yang ada di Semarang.

Moci Gemini Kentangan sendiri berbeda dengan mochi kebanyakan, jika di daerah lain hanya berbentuk bulatan dengan balutan tepung dan di dalamnya berisi kacang. Beda dengan mochi Gemini Kentangan, kulit balutan berisi taburan wijen.

“Ini yang membedakan moachi Semarang dengan kota lain, yakni adanya variasi wijen taburannya dengan balutannya. Kalau jaman dahulu jadul itu hanya dengan balutan tepung,” kata Dewi Puspawati, Kamis (6/6/19).

Sebagai genarasi kedua mochi Gemini Kentangan, Dewi hanya membuka outletnya yang sekaligus sebagai rumah leluhurnya di Jalan Kentangan Barat nomor 101, Semarang.

Di outletnya pembeli bisa memilih aneka varian filling (isian) di dalamnya. Tak hanya rasa original moachi berisi kacang, kini moaci Gemini Kentangan ada isi red been, durian, cokelat, green tea, dan strowbery. Dengan harga mulai dari Rp 23.000 sampai Rp 25.000

“Pilihan mochi original ada jumlah isi 25 biji harga Rp 45.000, isi 16 harga Rp 30.000, dan isi 10 biji harga Rp 19.000,” katanya.

Dewi menceritakan, jika moaci Gemini Kentangan dibuat dengan resep khusus, tambahan wijen merupakan yang pertama kali ada di Indonesia. Itulah yang menjadi ciri khas moaci asal Kota Atlas.

“Sejarah lampau ceritanya dari Tiongkok atau Jepang, sekarang sudah diadaptasi di Asia tenggara, di Indonesia mulai dari Jawa barat ada moachi dari Sukabumi yang packingnya pakai besek, di Semarang sudah modern dengan pakai kotak dus,” ucapnya.

Hingga saat ini, sekira 30 tahun masih bertahan dan menjadi oleh-oleh pilihan para wisatawan atau pemudik.

Untuk wijen sendiri, selain hasil kreasi moyangnya. Dalam tradisi budaya Tiongkok merupakan rempah penghangat badan. Wijen juga jadi aroma pewangi agar dinikmati lebih gurih dan harum.

“Jadi asalnya itu kan salah satu jajanan pasar, lalu dimodifikasi kasih wijen, sebagai pewangi dan penghangat badan saat dinikmati,” tuturnya.

Tiap tahun para pemudik pun rela mendatangi outletnya meski berada di tengah kota dan tengah perkampungan. Bahkan sudah banyak pelanggan pemudik yang selalu datang karena sudah paham rasa moaci Gemini Kentangan.

“Pemudik ada dari Jawa Barat, Jakarta, Bandung, Jawa timur, Surabaya kesini. Kami juga banyak saling kenal sama pelanggan pemudik tersebut karena sudah datang berkali-kali saat mudik lebaran,” ujarnya.

Untuk pemudik atau wisatawan, tak usah khawatir untuk tidak kebagian stok mochi Gemini Kentangan. Saat-saat Lebaran akan disediakan lebih dari tiga sampai lima kali stok dari hari biasanya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here