one-stop-property-new

Libur Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Semarang Naik Signifikan

0
one-stop-property-new
Istimewa.

SEMARANG- Libur akhir tahun 2018 menjadi berkah bagi pelaku bisnis hotel di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pasalnya 100% hotel di kota ini telah penuh sebelum hari libur Natal hingga puncak malam tahun baru kemarin.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Benk Mintosih mengatakan, tingkat hunian hotel pada bulan Desember 2018 melejit dibanding bulan ssbelumnya.

Disebutnya, pada Desember secara keseluruhan di Jateng okupansi hotel mencapai 94% dan khusus Kota Semarang mencapai 100%.

“Tanggal 24 Desember 2018 itu sudah susah cari kamar hotel,” kata pria yang juga menjabat sebagai General Manager Star Hotel Semarang itu, Jumat (4/1).

Dikatakan, berbagai faktor turut mendorong peningkatan permintaan hotel tersebut. Diantaranya kemudahan akses jalan tol serta hadirnya destinasi baru di Semarang yang dibuka pemerintah.

“Terbaru seperti Saloka dan jembatan banjir kanal barat. Itu menarik minat masyarakat khususnya dari Jakarta, Jawa Barat dan lainnya datang ke Semarang,” ujarnya.

Dilanjutkan, agar jumlah wisatawan ini semakin meningkat, ia berharap pemerintah terkait dapat membuat kalender wisata yang baik.

“Contoh, event wisata dibuat di bulan sepi. Jangan dibuat pas momen liburan atau bulan ramai. Ini supaya kunjungan wisata tidak terputus,” ucapnya.

Meski data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jateng mecatat terjadi penurunan angka wisatawan mancanegara pada Desember 2018, namun Benk mengaku itu tertutupi oleh naiknya wisatawan lokal.

“Wisatawan lokal malah naik. Mungkin wisatawan mancanegara turun kunjungannya karena faktor lain seperti kondisi cuaca atau alam,” pungkasnya. (ZP/06)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan