Luar Biasa, Peserta Ajang Duta Muda Antinarkoba MUI Jateng Membludak

Ketua BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Drs Tri Agus Prasetyo MH secara simbolis menyampaikan tanda peserta dan kaos kepada perwakilan peserta di MAJT Semarang, Minggu (11/2)

SEMARANG –  Ajang duta muda antinarkoba Jawa Tengah yang dilakukan oleh MUI Jateng banjir peserta. Dari target 250 peserta,  jumlah pendaftar membengkak sampai 348 orang . Aku  Mereka akan bersaing dalam audisi yang mulai digelar sejak Minggu (11/2) sampai Rabu (14/2/2018).
Audisi Dibuka Ketua MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi ditandai penyerahan tanda peserta dan kaos kepada perwakilan peserta di Masjid Agung Jawa Tengah, Minggu (11/2).
Ahmad Darodji mengatakan, jumlah korban narkoba terus bertambah. Setiap 25 menit orang ada yang terbunuh karena narkoba, atau 57,6 orang sehari orang meninggal karena narkoba.
“Sasaran utama mereka adalah generasi muda milenial, generasi now, generasi digital. Karena kaum muda akan menjadi pemimpin, maka ada target untuk meracuni dengan narkoba,” tegas KH Darodji.
Acara pembukaan dihadiri Ketua BNNP Jateng,  Brigjen Pol Drs Tri Agus Heruprasetyo MH, Kakanwil Kenenag Jateng, Drs H Farhani SH MM, Kepala Biro Kesra Provinsi Jateng Drs Supriyono MM mewakili Gubernur Ganjar Pranowo, dan para pengurus Ganas Annar MUI Jateng.
Untuk menyemangati para calon duta antinarkoba, Darodji mengajak kepada peserta untuk memekikkan yel-yel, Narkoba… No, Ganas Annar… Yes, dan Duta Antinarkoba… Siap.
Ditegaskan Darodji, banyak cara untuk memasukkan narkoba ke Indonesia. Ada yang dimasukkan ke perut jenazah, sehingga Badan Narkotika hampir tiap hari bergelut menangani kasus ini.
“Di Jateng prevalensi pengguna dan penyalahgunaan narkoba sudah nyaris memasuki angka 1,96 persen. Angka ini sudah menyentak dan mengganggu kenyamanan kita semua,” tegasnya sambil meminta agar kita bersama-sama membantu BNNP membrantas narkoba.
Sementara, Kepala Kantor Kenenag Jawa Tengah, H Farhani mengapresiasi kepada panitia Duta Muda Antinarkoba dan Ganas Annar MUI Jateng. Dari audisi tersebut diharapkan tidak saja meraih kejuaraan, tetapi yang lebih penting agar para duta-duta antinarkoba ini mmapu menyampaikan pesan ilmu terkait Narkoba.
“Saya berpesan kepada para peserta, sampaikan kepada temen-temen di lingkungan sekolah dan kampus kalian, bahwa narkoba itu merusak generasi muda, oleh karena itu kita harus menjadikan musuh kita bersama,” pinta Farchani.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Drs Tri Agus Heruprasetyo MH memberi apresiasi tinggi atas penyelenggaraan audisi Duta Muda Antinarkoba Jawa Tengah. Karena Indonesia sudah benar-benar darurat narkoba.
“Sabtu lalu ditangkap kapal berbendera Singapura masuk ke Indonesia lewat Batam membawa 1 ton lebih narkoba. Atas sinergitas Polri, TNI, BNN, bisa menangkap pelaku di Batam,” ujar Tri Agus.
Seandainya narkoba 1 ton lebih dapat leluasa beredar ke masyarakat, lanjut Brigjen Tri Agus, maka sudah berapa juta masyarakat yang teracuni narkoba. “Oleh karena dalam beberapa kesempatan saya sampaikan kepada generasi muda, kalian adalah target utama perusakan,” katanya.
Ketua Panitia Audisi Isdiyanto Isman menambahkan, peserta audisi adalah kaum muda di Jateng dengan kategori usia 16-20 tahun. Mereka kebanyakan pelajar, mahasiswa, santri pondok pesantren, utusan ormas maupun lembaga lain.
“Alhamdulillah antusiasme para pelajar dan mahasiswa sangat tinggi, terbukti dari target 250 peserta, jumlah pendaftar melebihi kuota hingga mencapai 348 peserta,” katanya.
Audisi merebutkan hadiah dan trophy Gubernur Jateng, Kapolda Jateng dan Kepala BNN Jateng.  Rinciannya juara 1, meraih Rp 7.500.000+tropi Gubernur Jateng, juara II hadiah Rp 5.000.000+trophy Kapolda Jateng, juara III Rp 3.000.000+trophy Kepala BNNP Jateng. Juara harapan I Rp 2.500.000+trophy Ketum MUI Jateng, Harapan II Rp 1.500.000+trophy Ketua DPP MAJT dan dua harapan III masing-masing mendapat hadiah Rp 1.000.000+trophy Kepala Diknas Jateng dan Kepala Kanwil Kemenag Jateng. (ZP03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here