Ekonomi BisnisMasih Nekat Jual Produk Kedaluwarsa, Izin Usahanya Terancam Dicabut

Masih Nekat Jual Produk Kedaluwarsa, Izin Usahanya Terancam Dicabut

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG – Pada Ramadan dan menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat untuk berbelanja produk makanan dan minuman, terutama kemasan seperti roti maupun snackmeningkat tajam. Mereka pun menyerbu toko, minimarket maupun mal besar untuk mendapatkan makanan agar tidak kehabisan, mengingat animo belanja masyarakat menjelang hari raya melonjak.

Agar terhindar dari bahaya dan ancaman gangguan kesehatan, Sekda Jateng Sri Puryono pun mengimbau kepada masyarakat di Jateng memperhatikan masa kedaluwarsa makanan yang dibeli untuk Ramadan maupun hidangan tamu saat Idul Fitri nanti.

Produk pangan yang telah melewati batas kedaluwarsa akan banyak mengandung banyak jamur dan bakteri. Sehingga menyebabkan masalah kesehatan seperti muntah, diare, sembelit, gangguan pada janin dan melukai lambung.

“Pengawasan intensif harus dilakukan selama Ramadan. Kalau ada toko yang menjual produk kedaluwarsa, perlu dicabut izinnya agar membuat efek jera untuk yang lain. Kalau perlu, diumumkan ke publik,” kata Sekda Jumat (18/5/19).

Menurut Sekda, dalam kontek mencabut izin operasional, Safriansyah diminta sambil berjalan, tetap mempelajari aturan terkait pemberian izin dan jika dibutuhkan, perlu ada revisi aturan hukumnya. Karena bahaya makanan kedaluwarsa tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga mengancam nyawa seseorang.

Safriansyah menyatakan, mulai Senin (20/5/2019) bersama instansi terkait akan berkeliling melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar, pasar swalayan maupun minimarket se-Jateng untuk mengecek masa kedaluwarsa produk makanan dan minuman bersama beberapa tim gabungan yang beranggotakan instansi terkait.

“Dari pengawasan selama Ramadan ini di beberapa supermarket, kami temukan makanan menjelang kedaluwarsa dan kedaluwarsa. Yang bisa kami lakukan (adalah) peringatan dan pemusnahan. Kalau mengacu Undang-undang perlindungan konsumen, ada tindakan lebih tegas lagi, itu pun kalau ada pengaduan,” katanya.

Kepada Sekda Jateng, Safriansyah juga melaporkan, sejak awal Januari 2019, pihaknya menangani kasus pengiriman puluhan ribu obat ilegal dan berbahaya dari Jakarta. Tiga orang yang terlibat pun sudah diproses sesuai hukum. Barang bukti juga sudah dimusnahkan.

“Jenis obat-obatan itu berpengaruh kepada psikoaktif untuk pengidap skizofrenia dan anti cemas. Harganya sangat murah, terjangkau untuk bisa dibeli dengan uang saku anak-anak sekolah. Ini harus diwaspadai,” ujarnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

PLN UP2D Garap Pemeliharaan Kubikel GI Mranggen

SEMARANG- PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Tengah dan DIY, pada Minggu (21/11/2021) telah melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin...

BCA Hadirkan Bakti Sosial Operasi Katarak Bersama Perdami

PURWOKERTO, 27 November 2021 – Katarak menjadi salah satu penyebab kebutaan bagi indera penglihatan yang dapat diderita siapa saja....

DPD MKGR Jawa Tengah Dukung Airlangga Hartarto Jadi Presiden

SEMARANG - Pelantikan Pengurus DPD Ormas MKGR Jawa Tengah digelar di Ballroom Hotel Santika Kota Semarang, Sabtu (27/11/2021). Sebelumnya, Musda...

SGM Eksplor Apresiasi Guru Bersama Alfamart

JAKARTA - Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Ada Pameran SAUTO Expo di Mal Ciputra Semarang, Deretan Mobil Baru Turut Dihadirkan

SEMARANG - Deretan mobil terbaru bakal dipamerkan dalam SAUTO Expo di atrium Mal Ciputra Semarang pada 26 November hingga...

200 Pedagang Pasar Kaliwungu Kendal Gunakan Transaksi Digital QRIS

KENDAL - Sebanyak 200 pedangang di Pasar Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah sudah menggunakan transaksi digital dengan Quick Response...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda