Masuki Masa Panen Tembakau, Pemerintah Diminta Bantu Pemasaran

Istimewa.

DEMAK- Sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai memasuki masa panen tembakau, seperti di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Untuk itu Pemerintah diminta agar ikut membantu dalam pemasaran hasil panen petani.

Anggota Komisi B, Akhsin Ma’ruf dalam kunjungan Komisi B DPRD Jateng, di Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, melihat hasil panen di gudang tembakau dinilai cukup baik. Dari situlah ia berharap agar pemerintah daerah bisa terlibat dalam pemasaran hasil panen tembakau. Dengan begitu, petani bisa mendapatkan harga yang baik saat tembakau dijual ke industri rokok.

“Pemerintah harus hadir dalam kerjasama petani dan industri rokok agar bisa lebih menguntungkan,” kata Akhsin, Selasa (4/9).

Ketua Kelompok Tani Larasati, Ahmad Soheb mengaku, panen pada tahun ini memang cukup baik, meski sekarang ini mengalami kemarau panjang. Kendalanya, kata dia, masih minimnya alat rajang minim dan tidak adanya mesin pengering.

“Kendala itu membuat para petani cukup berat untuk menanam banyak tembakau,” katanya.

Soal harga, lanjut dia, tembakau kering rajang sekitar Rp 30.000-Rp 35.000/kg. Untuk tembakau daun, harganya sekitar Rp 1.500-Rp 2.000/kg.

“Harganya saat ini juga sangat baik. Harapannya, ada subsidi dan bantuan bibit,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Demak, Sutarno mengatakan, luas lahan pertanian tembakau di Kecamatan Karangawen mencalai 1.710 hektare yang mampu menghasilkan sebanyak 479 ton. Untuk satu hektarnya, sebanyak 865 kg.

“Dari angka itu, biaya produksi per hektar sekitar Rp 20 juta, termasuk sewa lahan. Diperkirakan, sewa lahannya sekitar Rp 5 juta hingga Rp 7 juta,” ujar Sutarno. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here