UmumKesehatanMasyarakat Khawatir Difteri Menyebar ke Wilayah Lain

Masyarakat Khawatir Difteri Menyebar ke Wilayah Lain

-

- Advertisment -spot_img

Masyarakat khawatir kasus difteri yang terjadi di Kecamatan Genuk dan Tembalang menyebar ke wilayah lain,mengingat penyakit infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang bagian selaput lendir (mucus) pada tenggorokan dan hidung ini menular./Ilustrasi

SEMARANG – Munculnya kasus penyakit difteri di Kota Semarang langsung ramai menjadi perbincangan masyarakat.

Masyarakat khawatir kasus difteri yang terjadi di Kecamatan Genuk dan Tembalang menyebar ke wilayah lain,mengingat penyakit infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang bagian selaput lendir (mucus) pada tenggorokan dan hidung ini menular.

Di tengah kekhawatiran warga, justru dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab dengan menyebarkan pesan berantai melalui Whatsaap (WA) yang menginfokan jika Kelurahan Genuksari di Kota Semarang masuk Zona Merah penyebaran penyakit difteri.

Dalam pesan itu juga terdapat peringatan kepada masyarakat untuk tidak melewati jalan Dong Biru, Genuksari dengan mencantumkan Fakultas Kedokteran Unissula sebagai pemberi informasi.

Menanggapi kehawatiran warganya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi langsung memberikan himbauan kepada warga untuk tidak perlu khawatir karena kasus difteri yang terjadi sudah ditangani oleh dinas terkait.

Wali Kota menegaskan, tidak ada yang zona merah apalagi sampai tidak boleh lewat di daerah tersebut.”Semua sudah ditangani oleh sedulur-sedulur Dinas Kesehatan,” katanya.

Disebutkan Wali Kota, bahwa kasus difteri yang terjadi Genuksari sejak Juni-Juli 2018 diderita oleh 7 anak. Dari ketujuh anak tersebut 5 dinyatakan masih dirawat sedangkan 2 meninggal dunia.

“Jadi 7 anak tersebut saat bayi dulu tidak diimunisasi karena orang tuanya menolak, sikap itu sungguh kami sesalkan”, ungkap Hendi.

Hendi juga menuturkan adapun upaya yang telah dilakukannya untuk menangangi kasus difteri di Genuksari salah satunya dengan melakukan ORI (Outbreak Response Immunization) kepada semua anak di Kelurahan Genuksari.

“Selain itu Dinas Kesehatan Kota Semarang juga telah memberikan profilaksis kepada kontak penderita, serta memberikan erytromicin ke kontak penderita dan pengambilan swab tenggorok ke kontak penderita”, papar Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.(ZP/04)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo

SOLO– PT. Indosat Tbk (Indosat Ooredoo), perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia, mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial pertama di...

Bea Cukai Semarang Amankan Rokok Ilegal

SEMARANG – Bea Cukai Semarang berhasil mengamankan jutaan batang rokok ilegal yang dibaurkan dengan rongsok botol plastik bekas di...

CCEP Salurkan Donasi Untuk Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana Di NTT

SEMARANG – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali memberikan donasi kepada masyarakat terdampak bencana di provinsi NTT melalui Badan...

Hotel Santika Pekalongan Tawarkan Menu Makan Sehat Tanpa Pengawet

PEKALONGAN - Makanan yang sehat tanpa  zat penyedap maupun pengawet mulai dilirik oleh sebagian masyarakat kita. Pola makan yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

LG PuriCare 360° Air Purifier Tawarkan Pembersihan Udara

*Inovasi Jangkauan Lebih Luas Melingkupi Ruang JAKARTA - PT. LG Electronics Indonesia (LG) mengumumkan dimulainya pemasaran air purifier (pemurni udara)...

Ganjar Kunjungi Pabrik Samator, Pastikan Stok Aman

KENDAL  – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo begitu serius untuk mengamankan pasokan oksigen untuk rumah sakit rujukan di Jawa...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda