Miliki Rumah Tingkat dan Motor Lebih dari Satu, Pendaftar SKTM SMAN 4 Semarang Dicoret

SEMARANG- Sejumlah sekolah di Kota Semarang telah melakukan manuver masing-masing untuk mencegah adanya tindak penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) saat masa Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2018/2019. Satu diantaranya adalah SMAN 4 yang menemukan tiga pendaftar dari golongan mampu.

Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Semarang, Wiji Eni Ngudi Rahayu mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim verifikasi berjumlah empat regu yang tugasnya melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Sejak Kamis (5/7) sore sampai malam. Satu tim terdiri satu sampai dua orang,” katanya saat dijumpai di kantornya, Jalan Kr. Rejo Raya No.12A, Srondol Wetan, Banyumanik.

Dikatakan, dari hasil peninjauan langsung itu, tim yang diterjunkan mendapati tiga dari 14 pengguna SKTM yang ternyata dari golongan keluarga mampu.

“Di Pudak Payung, ada yang rumahnya sudah bagus, bahkan tingkat. Motornya juga lebih dari satu. Nah itu tidak relevan, maka kita tarik,” ujarnya.

Selain itu, alasan dicabutnya SKTM pada pendaftar tersebut adalah jumlah anak yang dibiayai sekolah tinggal satu orang saja.

Ditambahkan, selama proses verifikasi, timnya juga mendapati ada pendaftar atau pengguna SKTM yang faktanya memiliki perabotan rumah tergolong mewah.

“Di Waru Timur Dalam, Pedalangan itu mereka punya TV flat, kulkas, furniture-nya saja kayu jati. Lantainya juga sudah dikeramik. Ini serupa dengan pendaftar dari Jalan Karangrejo, Jatingaleh. Jadi total ada tiga,” sambungnya.

Dia pun menyesalkan adanya temuan ini, terutama dari pihak orang tua pendaftar lantaran menurutnya masih ada pihak-pihak yang lebih berhak. Seperti mereka yang masih harus mengontrak di rumah yang tidak layak huni, berpenghasilan minim, dan memilki lebih dari tiga anak untuk dibiayai kebutuhan pendidikannya.

Dai melanjutkan, temuan di lapangan tadi akan diproses kembali oleh pihak sekolah sebelum diserahkan ke Dinas Pendidikan setempat. “Mereka masih kita terima, tapi SKTM nya dicabut. Jadi setara seperti pendaftar pada umumnya,” ucapnya.

Secara keseluruhan, Dia belum dapat menyampaikan total calon siswa yang mendaftar di sekolahnya karena proses rekap sendiri masih berjalan. Akan tetapi, ia meyakini jumlahnya meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Kita total menerima 396 siswa, 324 IPA, dan 72 IPS. Tapi untuk pendaftarnya kemungkinan lebih, karena pembatasan nilai sekarang sudah dihapuskan,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here