Nasib Pedagang di Tengah Pandemi Covid-19

PURBALINGGA – Pandemi Covid-19 membuat banyak pedagang yang kehilangan mata pencaharian. Penutupan lokasi jualan atau sepinya pembeli menjadi sebab banyak pedagang yang terpaksa harus berhenti berjualan.

Seperti yang dialami Puji Rahayu, salah seorang penjual makanan di Purbalingga Food Center (PFC). Sehari-hari, wanita berusia 30 tahun itu menjajakan opor, namun sejak Covid-19 mewabah sehingga PFC ditutup membuat Puji terpaksa beralih profesi menjadi penjual es batu di rumahnya.

“Saya tidak pernah (lagi) jualan opor di PFC semenjak korona. Saat ini saya hanya jualan es batu saja di rumah. Suami saya kebetulan di Bandung, tapi kan nggak bisa pulang sudah 5 bulan,” tutur Puji.

Nasib serupa dialami oleh Deni Hamdani (32), pedagang asal Kemangkon yang qbiasa berjualan di PFC. Sejak merebaknya virus Corona di Purbalingga dan PFC ditutup, Deni tak lagi mempunyai penghasilan. Karenanya, Deni berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, jumlah korban yang jatuh pun berkuang, dan masyarakat makin disiplin menaati anjuran pemerintah.

Kondisi kedua pedagang tersebut dan para pedagang lainnya tak luput dari perhatian pemerintah. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menyatakan para pedagang kaki lima merupakan salah satu kelompok masyarakat terdampak pandemi Covid-19, dan layak untuk memperoleh bantuan.

“Pedagang kaki lima yang ada di lingkungan wilayah kota, mereka merupakan salah satu masyarakat yang terdampak karena omzet mereka sudah barang tentu mengalami penurunan yang drastis dengan adanya pandemi Covid-19,” kata Tiwi saat menyerahkan bantuan sembako kepada para pedagang di halaman pendopo Dipokusumo, Jumat pagi (8/5/2020).

Adanya penurunan omzet para pedagang diakui oleh Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia, Kunto Hari Wibowo. Bahkan, ada pedagang yanv terpaksa mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.

“Dan memang berdasarkan survei dari Bank Indonesia, UMKM sangat terpukul dengan kondisi seperti ini. Bahkan dari beberapa survei ada sejumlah PKL yang mengalami penurunan omset sampai 50%,” jelasnya saat penyerahan bantuan bersama Bupati Tiwi.

Bantuan yang diberikan adalah hasil kerja sama Pemkab Purbalingga dengan Bank Indonesia. Bantuan berupa 569 paket sembako tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak korona.

“Kemarin dengan pimpinan sudah menyerahkan bantuan ini, langsung kepada bupati. Hari ini oleh pemda Purbalingga langsung didistribusikan ke PKL tanpa jeda,” ujar Kunto. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here