Nilai Ekspor Jateng April 2018 Turun 1.70%

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi, Sri Herawati, tengah menjelaskan perkembangan ekpor dan impor Jawa Tengah di bulan April 2018, di Gedung BPS Jawa Tengah, Selasa (15/5).

SEMARANG- Nilai ekspor Jawa Tengah bulan April 2018 mencapai USS 561,83 juta atau mengalami penurunan sebesar 1,70 persen dibanding ekspor Maret 2018 sebesar USS 571,54 juta. Sedangkan bila dibandingkan dengan April 2017 (year on year) ekspor Jawa Tengah naik sebesar USS 108,90 juta atau 24,04 persen. Ekspor kumulatif Januari-April 2018 mencapai USS 2 182,16 juta naik 14,89 persen dari ekspor kumulatif Januari-April 2017 sebesar USS 1 899,28.

Penurunan nilai ekspor April 2018 disebabkan oleh turunnya ekspor komoditas non migas dari Jawa Tengah sebesar 1,23% yaitu dari USS 544,42 juta pada Maret 2018, menjadi USS 537,75 juta pada April 2018. Begitu pula untuk komoditas migas pada bulan April 2018 juga mengalami penurunan sebesar 10,63 persen dari USS 26,94 juta pada bulan Maret 2018 menjadi USS 24,08 juta pada April 2018.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi, Sri Herawati mengatakan, penurunan kali ini merupakan pola yang rutin terjadi setiap bulan April tiba. Namun nilai ekspor diperkirakan akan meningkat kembali pada bulan Mei dan Juni.

“Penurunan yang terjadi di bulan ini sudah musiman. Polanya dari tahun 2016-2017 bulan April selalu turun, polanya memang seperti itu, namun akan naik lagi bulan Mei-Juni,” kata Sri Herawati, Selasa (15/5).

Ia pun berharap, dari sektor industri pengolahan bisa meningkatkan produksinya sehingga bisa mendukung peningkatan nilai ekspor.

Sementara, lanjutnya meski pada bulan Mei kali ini akan masuk bulan puasa Ramadhan, ia tetap optimis nilai ekspor akan naik, karena melihat tren tahun lalu juga tetap mengalami peningkatan.

“Kita berharap sektor industri pengolan lebih meninggkatkan produk olahannya, meski di bulan ini akan ditambah hari cuti lebaran, pemerintah telah berbicara ke pengusaha, sehingga para pebisnis kan bisa melakukan antisipasi mungkin dengan menambah jam lembur karyawannya,” ujarnya.

Sementara, negara pangsa pasar utama ekspor Jawa Tengah selama periode Januari-April 2018 adalah Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok. Ekspor kumulatif ke ketiga negara tersebut periode Januari-April 2018 masing masing adalah sebesar USS 583,21 juta, USS 279,21 juta, dan USS 164,41 juta. Peranan ketiga negara tersebut terhadap ekspor Jawa Tengah periode Januari-April 2018 mencapai 47,06 persen.

Ekspor Jawa Tengah ke kawasan ASEAN selama periode Januari-April 2018 mencapai USS 223,04 juta atau berkontribusi sebesar 10,22 persen terhadap total ekspor Jawa Tengah. Ekspor ke kawasan Uni Eropa tercatat sebesar USS 290,81 juta atau berkontribusi sebesar 13,33 persen dan ekspor ke kawasan negara-negara utama lainnya (9 negara) tercatat sebesar USS 1 295,59 juta.

Ekspor Jawa Tengah ke 9 negara tujuan utama memiliki kontribusi terbesar terhadap total ekspor Jawa Tengah periode Januari-April 2018 yaitu sebesar 59,37 persen.

Sedangkan, Tekstil dan barang Tekstil, Kayu dan barang dari Kayu, serta Bermacam barang hasil pabrik merupakan 3 kelompok komoditas utama yang mempunyai nilai ekspor tertinggi selama periode Januari-April 2018. Tekstil dan barang Tekstil memberi andil sebesar 41,77%, Kayu dan barang dari Kayu memberi andil 15,54% dan bermacam barang hasil pabrik memberi andil 11,74 persen.

Nilai ekspor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan April 2018 masing-masing sebesar USS 217,99 juta, USS 87,86 juta, dan US$ 64,51 juta. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here